Tag Archives: Dea Anugrah

Puisi-puisi Penyair Nizar Qabbani melalui Usman Arrumy, Dea Anugrah, Fazabinal Alim

Persoalan terjemahan buah karya puisi berbahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia
Nurel Javissyarqi *

Bismillahir Rahmanir Rahim… Sebelum merantak (merambat, menjalarnya sejenis api membakar daun-daun kering) nun jauh. Perkenalkan saya sekadar pengelana yang tak tahu menahu bahasa teks lain ‘kecuali’ bahasa Indonesia, yang ini pun masih terus mengalami perkembangannya, jadi apapun karya-karya terjemahan yang saya kunyah, makan (baca), otomatis tak paham secara persis kebenarannya, hanya meraba (ngincipi, kadang terlanjur lahap) sekaligus berjarak di sisi bercuriga,

Ketika Usman Arrumy Salah Memasuki Kebun Nizar Qabbani

Fazabinal Alim *
basabasi.co

Pada 11 Juni 2017, Dea Anugrah menulis tentang terjemahan puisi-puisi Nizar Qabbani yang meragukan di www.tirto.id. Ia membandingkan tiga buku terjemahan puisi Nizar Qabbani yang berjudul Puisi Arab Modern, Surat dari Bawah Air, dan Yerusalem, Setiap Aku Menciummu.

Sajak-Sajak Dea Anugrah

http://www.lampungpost.com/
Di Desa Gungan

setelah pohon-pohon arang
dan gundukan pasir yang mengubur cakrawala,
masihkah kita berhak meyakini
bahwa ada yang tersisa
dari badai kehilangan?

Puisi-Puisi Dea Anugrah

http://www.balipost.com/
SUATU PAGI YANG MENGANTARKU KEMBALI

kabut yang terangkat
menyisa genangan
pada punggung jalan
kawanan merpati ngungun
di atas kabel kabel telepon
begitu mirip
begitu persis tahun tahun lampau

Puisi-Puisi Dea Anugrah

http://oase.kompas.com/
A HIMSA

/1/
tibatiba cermin menukar wajahku dengan wajah gandhi!
yang jelek dan malang
lantaran terus mengapung dalam benak seribu orang

yang mengemis sedikit saja pelajaran
tentang cinta dan rasa manis di pelataran
sajakku