Cemburu

Denny Mizhar

Sejak kepergianku ke rumahmu, Tuhan menjadi cemburu padaku. Berkali-kali mengirim pesan singkat. Tetapi keasyikan dengan dunia baru sejak bertemu denganmu membuatku lupa membalas pesan singkatNya. Aku mengabaikannya bahkan melupakannya. Entah kelalaian atau kesengajaan, batasnya tidak jelas?nampak absurd. Berhari-hari aku membongkar seisi rumahmu mencari apa yang ada di dalamnya semakin menyenangkan. Sebab bagiku adalah dunia baru yang aku masuki. Asing memang, tetapi bukan membuatku beranjak. Continue reading “Cemburu”

Cacatan Lomba Resensi Buku Sastra

dalam Rangka Bulan Bahasa di Kota Malang
Denny Mizhar*

Sehabis mengantarkan murid-murid saya ikut lomba yang diadakan perkumpulan guru bahasa dan sastra Indonesia SMA/SMK/MA se-kota Malang pada hari selasa tanggal 2 November 2010. Acara tersebut di buka oleh sekertaris Diknas Kota Malang, dengan mengatakan pentingnya lomba dan mempertahankan bahasa Indonesia. Sehabis itu kepala sekolah SMAK Albertus juga memberikan pidatonya tentang pentingnya bahasa sebagi identitas, karena pada akhir-kahir ini banyaknya pengrusakan pada bahasa Indonesia. Continue reading “Cacatan Lomba Resensi Buku Sastra”

Apartemen

Denny Mizhar

Dari atas balkon aku melihatnya, tampak gelisah, melihat ke kanan-kiri. Sepertinya mencari seseorang. Siapakah yang ia cari? hampir dua jam berdiri tak beranjak pergi. Seberapa penting orang yang di cari hingga menunggunya dengan berdiri lama di samping jalan tepi jembatan dekat apartemen tempatku tinggal. Baru seminggu aku menempati apartemen. Aku membeli apartemen, sejak rumahku di gusur dan aku dapat ganti rugi. Aku membelinya sudah tiga tahun yang lalu, selagi menunggu jadi aku kontrak rumah di dekat apartemen yang sedang dibangun. Continue reading “Apartemen”

Sajak Di Bawah Bayang-Bayang Rezim Tiran

Judul Buku : 50% Indonesia Merdeka; kumpulan puisi Heri Latief
Penulis : Heri Latief
Penerbit : Ultimus dan Lembaga Sastra Pembebasan
Terbitan I : Agustus 2008
Tebal Buku : xxii + 86
Peresensi : Denny Mizhar

Latar belakang penindasan rezim tiran yang tak kunjung padam di bangsa Indonesia. Kesewenang-wenangan penguasa terhadap rakyat, kapitalime tak surut-surut mengeksploitasi sumber daya-sumber daya bumi pertiwi akhirnya membuat rakyat tak berdaya, serta masih banyak lagi problematika yang sedang diderita bangsa Indonesia. Continue reading “Sajak Di Bawah Bayang-Bayang Rezim Tiran”

Menunggumu, Luka Masih Menyapa

Denny Mizhar

“Perjalanan ini masih panjang, sayang. Siapkan perbekalan yang cukup agar kita sampai pada tujuan dengan selamat”.

Kau mengatakan itu untuk terakhir kalinya padaku. Saat kita harus dipisahkan oleh keadaan yang membawamu entah ke mana. Aku pun bertahun-tahun mencarimu, tapi hasilnya nihil. Aku kunjungi penjara-penjara yang mengurung tahanan politik tapi tak ada kamu. Aku tahu sikap hidupmu dan fikiran-fikiranmu. Tak mungkin kau seperti yang mereka tuduhkan padamu. Continue reading “Menunggumu, Luka Masih Menyapa”

Bahasa ยป