Perginya sang Jurnalis

Djoko Pitono
jawapos.com

”DIA itu jurnalis yang produktif dan selalu imbang dalam laporan-laporannya. Tulisan-tulisannya tajam, tetapi orang tidak bisa marah karena dia telah melakukan konfirmasi,” begitu antara lain komentar Zainal Arifin Emka, jurnalis senior, atas meninggalnya R.M. Yunani Prawiranegara, Sabtu pagi (26/12). Yunani meninggal dunia dalam usia 62 tahun setelah beberapa lama dirawat di Graha Amerta RSUD dr Soetomo karena komplikasi penyakitnya. Continue reading “Perginya sang Jurnalis”

Orang-Orang Rai Gedek

Djoko Pitono *
jawapos.com

RAI gedek (tak tahu malu). Orang Sunda menyebutnya sebagai kandel kulit beungeut. Orang Madura mengatakan tak endik todus, sementara orang Bali akan bilang sing lek. Di sebelah timur Bali, di Pulau Lombok, orang-orang berbahasa Sasak punya istilah codol, kedul, atau ngodol.

Ke arah timur lagi, di Pulau Sumbawa, warga setempat yang berbahasa Bima mempunyai sebutan tiwara waja. Di Kabupaten Flores Timur, warga yang berbahasa Lamaholot punya istilah mian take. Selain itu, di Sulawesi Selatan orang-orang Bugis memiliki ungkapan degaga siri’na. Continue reading “Orang-Orang Rai Gedek”

Aristoteles dan Para Pemikir Busuk

Djoko Pitono *
jawapos.com

Politics and the fate of mankind are shaped by men without ideals and without greatness. Men who have greatness within them don’t in for politics. Albert Camus (1913-1960)

Politik itu kotor, kata Albert Camus, pengarang Prancis pemenang Hadiah Nobel Sastra 1957. Politik dan nasib umat manusia, katanya, dibentuk oleh orang-orang tanpa idealisme dan tanpa kehebatan (kearifan). Orang-orang yang memiliki kehebatan tidak mau terjun ke politik. Continue reading “Aristoteles dan Para Pemikir Busuk”

Baca Sastra? Buang Waktu Saja!

Djoko Pitono *
jawapos.com

ZAMAN sulit gini masih baca buku sastra? Sorry ya, buang-buang waktu saja! Itu hanya untuk orang-orang edan yang kurang kerjaan!Bayangkan, pernyataan ini muncul saat panitia Gebyar Buku Murah 2009 di DBL Arena, berencana meluncurkan novel Karti Kledek Ngrajek, Selasa (24/3). Acara itu mendatangkan dua sastrawan kawak, penyair Zawawi Imron dan Ahmad Tohari, novelis yang kondang dengan karyanya, Ronggeng Dukuh Paruk (1981). Continue reading “Baca Sastra? Buang Waktu Saja!”

Kebohongan di Dalam Buku

Djoko Pitono
jawapos.com

Sudah lebih dari sepuluh tahun terakhir Herman dan Roma Radzicky Rosenblat hidup bak selebriti. Entah berapa puluh wartawan media cetak dan elektronik mewawancarai pasangan Yahudi lanjut usia itu dan menayangkan hasil wawancaranya. Semua orang terpesona pada kisah cinta mereka yang digambarkan tumbuh saat keduanya hidup di kamp konsentrasi Nazi, Buchenwald, Jerman. Continue reading “Kebohongan di Dalam Buku”

Bahasa ยป