SASTRA DIASPORIK

Djoko Saryono *

Marilah kita “bermain-main” dengan kata diaspora, yang diadopsi dari kosa kata diaspora dalam bahasa Inggris. Kata diaspora sudah menjadi satu satu lema dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang artinya sudah menjadi salah satu kosa kata bahasa Indonesia. Dalam KKBI, kata diaspora hanya disangkutkan dengan dunia politik, dan dimaknai sebagai “masa tercerai-berainya suatu bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan bangsa tersebut tidak memiliki negara, misalnya bangsa Yahudi sebelum negara Israel berdiri pada tahun 1948”. Continue reading “SASTRA DIASPORIK”

PAGEBLUK KEEMPAT DAN BIBIR YANG KUTUNGGU

Djoko Saryono *

(1)
Umurku kini sudah 63 tahun lewat beberapa bulan. Berarti sudah kulalui empat pagebluk besar berskala luas yang amat mencekam dan sangat mengerikan. Tiga pagebluk bermula dari perbedaan pandangan yang diolah jadi hoaks dan kabar bohong atau kabar burung, yang lalu berujung pada pembantaian brutal dan massal. Sejarah macet di situ — tak ada narasi pasti dan jelas — semua terkarantina misteri. Hanya pagebluk sekarang bermula dari kehancuran alam semesta, yang menjadikan makhluk selain manusia kehilangan habitat hidupnya, lantas beradaptasi dan bermutasi, dan berujung menyerang manusia. Orang-orang menamai wabah pandemi virus korona. Aku suka menyebutnya pagebluk korona. Continue reading “PAGEBLUK KEEMPAT DAN BIBIR YANG KUTUNGGU”

KECAKAPAN BERPIKIR ARAS TINGGI

Djoko Saryono *

Terdapat keyakinan umum bahwa Abad XXI memerlukan kecakapan berpikir aras tinggi — lidah orang Indonesia lazim dan fasih sekali mengucapkannya dengan istilah: hots, higher order thinking skills. Lembaga, organisasi, dan komunitas internasional dan nasional sepakat mengaminkan kepusatan kecakapan berpikir aras tinggi ini. Lebih-lebih lembaga pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, telah menjadikan kecakapan berpikir aras tinggi sebagai sumsum keyakinan yang akan mempersembahkan kesuksesan dan keunggulan. Continue reading “KECAKAPAN BERPIKIR ARAS TINGGI”

Bahasa »