GERAKAN LITERASI

Djoko Saryono *

/1/
Kita sebagai manusia terdidik sudah sering mendengar istilah melek aksara, keberaksaraan, kemahirwacanaan, dan literasi. Keempat istilah tersebut pada dasarnya berpadanan dan berkemiripan makna karena ketiga istilah pertama merupakan usaha mengindonesiakan istilah literacy. Namun, seriring dengan perkembangan waktu, sekarang istilah literacy diadaptasi menjadi literasi dalam bahasa Indonesia. Continue reading “GERAKAN LITERASI”

PENDIDIKAN KITA SEKARANG:

HOMONISASI-HUMANISASI HILANG, FABRIKASI-KORPORATISASI TERBILANG
Djoko Saryono *

/1/
Apakah tujuan utama pendidikan? Membentuk manusia utama atau insan kamil yang luhur-mulia-bermartabat merupakan tujuan utama-ideal pendidikan di berbagai budaya dan negara sejak dulu sampai sekarang. Manusia utama atau insan kamil itu dapat terbentuk bila pendidikan berfungsi dengan tepat. Continue reading “PENDIDIKAN KITA SEKARANG:”

POLA MEMBACA SASTRA

Djoko Saryono *

/1/
Sejak kapankah sastra hadir dalam kehidupan manusia? Ini pertanyaan klasik yang jelas-jelas membosankan. Tetapi terus muncul karena tidak ada jawaban yang pasti. Berdasarkan tradisi lisan dan peninggalan naskah yang ada, secara hipotetis dapat dikatakan bahwa sejak abad-abad Sebelum Masehi sastra sudah hadir dalam kehidupan manusia. Kalau naskah epik wiracarita Gilgamesh dari Sumeria/Mesopotamia dijadikan titik tolak, paling tidak karya sastra sudah hadir abad ke-30 Sebelum Masehi. Continue reading “POLA MEMBACA SASTRA”

PETA ESTETIKA DAN ETIKA NOVEL INDONESIA SETELAH TAHUN 2000-AN

Djoko Saryono *

Istilah paradigma sesungguhnya sudah berumur lama, sejak zaman Yunani telah umum dipakai. Pada zaman modern Abad XX istilah tersebut makin lazim dipakai di bidang filsafat dan ilmu-ilmu (baik ilmu kealaman, kemasyarakat, maupun lebih-lebih ilmu kemanusiaan. Dalam bidang filsafat dan ilmu-ilmu istilah paradigma menjadi populer berkat Saussure dan Khun. Dalam karya monumentalnya General Linguistics, Saussure memaknai paradigma sebagai pola pemikiran menurun (vertikal) yang dilawankan pola pemikiran mendatar (sintagma). Continue reading “PETA ESTETIKA DAN ETIKA NOVEL INDONESIA SETELAH TAHUN 2000-AN”

PEMUDAAN (REJUVINASI) WAYANG DAN MUSEUM

Djoko Saryono *

Konfigurasi atau mazhab pendidikan [ala] wayang Jawa memiliki paralelisme atau kesejajaran dengan pemikiran pendidikan modern atau zaman sekarang selain memiliki universalitas dan aktualitas pada masa sekarang. Ini mengimplikasikan, pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi berarti bagi pendidikan modern atau zaman sekarang, bahkan pendidikan pada masa depan. Setidak-tidaknya wayang dan pendidikan wayang dapat memberikan sumbangsih bagi berkembangnya apa yang akhir-akhir ini disebut sebagai pendidikan yang tanggap terhadap budaya lokal atau pedagogi responsif budaya lokal. Continue reading “PEMUDAAN (REJUVINASI) WAYANG DAN MUSEUM”

Bahasa ยป