POLITIK BUDAYA LITERASI

Djoko Saryono *

Sejak dahulu sampai sekarang budaya literasi terbukti menjadi episentrum kemajuan kebudayaan dan peradaban. Masyarakat dan bangsa-bangsa di berbagai belahan dunia yang memiliki fundamen budaya literasi yang mantap dan kokoh memiliki kebudayaan dan peradaban yang dianggap maju.

Sebaliknya, masyarakat dan bangsa-bangsa yang tidak memiliki fundamen literasi yang mantap dan kokoh atau mengalami kehancuran fundamen literasi cenderung mengalami kemunduran, bahkan kehancuran kebudayaan dan peradaban. Masyarakat dan bangsa-bangsa yang mengalami keterputusan budaya literasi atau tidak mampu mewariskan literasi dari satu generasi ke generasi berikutnya juga cenderung mengalami kemunduran, bahkan kehancuran kebudayaan dan peradaban.

Sebagai contoh, berbeda dengan keadaan pada paruh pertama Abad XX yang memperlihatkan adanya pembentukan dan pemantapan tradisi budaya literasi, masyarakat dan bangsa Indonesia pada paruh kedua Abad XX hingga dasawarsa kedua Abad XXI sekarang cenderung mengalami kekarut-marutan budaya literasi. Oleh sebab itu, demi kemajuan kebudayaan dan peradaban, tiap-tiap masyarakat dan bangsa harus menguasai dan memajukan tradisi literasi dan mengokohkan literasi sebagai fundamen keberadaan masyarakat dan bangsa, bahkan keberadaan manusia secara bermakna.

Untuk itu, penting dicanangkan dan ditegakkan hak-hak atas literasi bagi setiap manusia, masyarakat, dan bangsa. Di sinilah dapat dicanangkan gerakan literasi bagi semua dalam berbagai lapangan kehidupan masyarakat dan bangsa. Dalam gerakan literasi bagi semua ini dapat dilakukan usaha-usaha pewarisan, pelestarian, pengembangan, dan pembinaan serta pelindungan budaya literasi secara serius, terprogram, dan berkelanjutan.

Usaha tersebut mencakup bidang kemampuan berpikir kritis-kreatif-inovatif [dan tidak membiarkan kemampuan berpikir naif/mitis/intransitif terus berkembang di masyarakat dan bangsa tertentu] dan tradisi budaya baca-tulis sebagai substansi awal literasi. Di samping itu, usaha tersebut juga mencakup berbagai lapangan kehidupan manusia, masyarakat, dan atau bangsa baik bidang ekonomi, sosial, budaya, keilmuan maupun keagamaan. Dengan begitu, dapat berkembang bermacam-macam literasi, misalnya literasi ekonomi, literasi finansial, literasi sosial, literasi akademik, literasi religius, dan literasi kesehatan. Karena itu, dalam usaha menggerakkan budaya literasi bagi semua penting dirumuskan peta-jalan (roadmap) literasi bagi semua.

Demi kemajuan manusia, masyarakat dan atau bangsa Indonesia gerakan budaya literasi bagi semua perlu berfokus pada pewarisan, pelestarian, pengembangan, pembinaan, dan pelindungan budaya literasi. Hal ini perlu direncanakan dan dijalankan secara lintas-sektoral dan multi-sektoral di samping terprogram dan berkelanjutan. Dalam usaha merencanakan dan menjalankan gerakan budaya literasi bagi semua di Indonesia diperlukan politik budaya literasi atau kebijakan budaya literasi yang komprehensif dan holistik di samping disepakati dan dihormati oleh semua pihak.

Politik budaya literasi atau kebijakan budaya literasi tersebut tidak hanya mencakup gerakan gemar membaca-menulis, sebagaimana selama ini dicanangkan dan digerakkan di Indonesia. Setidak-tidaknya kebijakan budaya literasi tersebut menyentuh dimensi tradisi berpikir kritis-kreatif-inovatif dan tradisi membaca-menulis dalam konteks kekinian dan masa depan Indonesia.

Hal tersebut perlu melibatkan berbagai pihak baik pihak pemerintah, masyarakat, swasta maupun beragam profesi. Dalam hubungan ini, sebagai pihak yang sehari-hari bergelut dengan bidang pustaka dan informasi, misalnya keberadaan, kedudukan, dan peran budayawan, seniman, sastrawan, dan pemangku kepentingan budaya, pengelola Taman Bacaan Masyarakat, dan komunitas-komunitas literasi, sangat fundamental, vital, dan strategis.

#ndlemingsoresenja

____________________
*) Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd adalah Guru Besar Jurusan Sastra Indonesia di Fakultas Sastra pada kampus UNM (Universitas Negeri Malang). Telah banyak menghasilkan buku, artikel apresiasi sastra, serta budaya. Dan aktif menjadi pembicara utama di berbagai forum ilmiah kesusatraan tingkat Nasional juga Internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *