Tag Archives: Dody Kristianto

Sajak-Sajak Dody Kristianto

http://www.lampungpost.com/
Rerumput

Kami sungguh ingin tumbuh
dari subuh ke subuh,
kami ingin tumbuh
menentang langit mau runtuh,
rebah ke tanah,
dan menimpa kali
yang maha rusuh,
di pinggiran kami.

Puisi-Puisi Dody Kristianto

__Seputar Indonesia, 29 Mei 2011
Kunang

sepelik babon para padri,
ia pasti kembali
meratapi lampu mati
sampai ia tikam
semua yang pergi
untuk jubah api
yang tak kunjung
ia dapati

Bentuk Kematian Anjing

Dody Kristianto*

Bangkai anjing itu tergeletak di tengah jalan raya. Anjing jenis herder. Semua kendaraan berusaha menghindari bangkai anjing itu. Situasi jalan sedang ramai. Maklum, pagi hari ketika orang harus pergi ke tempat kerja. Tidak ada satu kendaraan pun yang berani melindas bangkai anjing itu.

Puisi-Puisi Dody Kristianto

Berbicara Tentang Kotamu yang Terlelap

berbicara tentang kotamu yang terlelap aku bangkitkan mayat mayat yang berbaris di lenganmu kesunyian di alismu perlahan bangkit dengan sungai yang lahir melalui wujud menara tapi bulan tumbuuh di rambutmu dan perlahan kawanan pemabuk menyentuhku mencekikku lewat keabadian goa yang terkutuk ribuan cahaya segera aku mati tanpa jasad dan segala kenanganku membentuk planet hijau di otakmu

Pelukis Gelombang Laut

Dody Kristianto*

Perempuan itu terbangun dari tidurnya. Tubuhnya perlahan bangkit dari lautan yang selama ini menyelubunginya. Ia nampak elok nan gemulai. Benar-benar menunjukkan sebuah arsiran dan detil rinci air lautan yang membentuknya. Cahaya bulan terang memberi warna kuning langsat pada kulitnya yang semula bening. Ia nampak rupawan. Rambutnya tergerai panjang. Setiap lekuknya berasal dari percikan gelombang. Gelombang nyalang, ketika malam sangat hening dan tak ada suara lain terdengar selain deru gelombang yang panjang.