Akhirnya

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2011/10/sue-responsibility-of-authorship-of-sutardji-calzoum-bachri-2/

Dua esai Tardji sebagai lampiran sudah cukup untuk mengidentifikasi anatominya di wilayah susastra yang mungusung “mantra” dari akar-akarnya, yaitu tradisi.

Dalam ilmu kemantraan di bencah tanah Jawa, ada istilah ajian panglimunan, berguna tidak untuk menyerang, pun membentengi dari sergapan. Tepatnya berdaya mengaburkan pandangan musuh demi meloloskan jejak atau memberi kefahaman keliru kepada yang dihadapinya. Olah ini mampu membuat bingung sehingga mudah menyerang balik. Biasanya ajian ini dipakai dalam keadaan terjepit. Jika ditampakkan di permukaan menjadi pengecoh. Bahasa sederhananya berpura-pura atau menipu. Baca selengkapnya “Akhirnya”

Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (VII)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2011/10/sue-responsibility-of-authorship-of-sutardji-calzoum-bachri-vii/

VII

Bagian ini menuruti angka ganjil VII, sebagai letak pemberhentian atas ketaksesuaianku dengan Tardji. Yang bermula igauannya bahwa Tuhan berimajinasi, bermimpi, hingga menggugah diriku mendatangi:

Jika tidak satu pun kritikus dapat memberikan penilaian atau pemahaman yang meyakinkan atau malah hanya sekadar komentar asal bunyi atau lip service saja, maka pengarangnya harus angkat bicara. Baca selengkapnya “Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (VII)”

Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (VI)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/2011/10/sue-responsibility-of-authorship-of-sutardji-calzoum-bachri-vi/

VI

Di buku Raja Mantra Presiden Penyair, sastrawan Taufik Ikram Jamil menulis esai bertitel Bersama Sutardji Calzoum Bachri seluas 16 halaman, dari nomor 64 sampai 79, mengisahkan keakraban dirinya dengan sosok dikenal tukang mantra itu. Ikram mengudar perjalanan Tardji sedari kanak hingga proses kreatif di tanah Pasundan, berpelukan hangat kerinduan, seperti mengetahui persis tapak langkah dengus aroma, dan gelagat rupa gemawan apa saja yang menaungi. Baca selengkapnya “Menggugat Tanggung Jawab Kepenyairan Sutardji Calzoum Bachri (VI)”