Romantisisme dalam Sastra Indonesia

Boen S. Oemarjati

A. Pengertian Romantisisme

Pengertian Romantisisme sangat aneka ragam. Mungkin, karena mengacu pada gerakan yang melawan akal, ilmu pengetahuan, otoritas, tradisi, keteraturan, dan disiplin yang mengguncang peradaban Barat akhir abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19, dan mewujud dalam pembaruan-pembaruan sosial, politik, dan moral, terutama di bidang kesenian. Continue reading “Romantisisme dalam Sastra Indonesia”

WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (5)

: PERLAMBANGAN
Djoko Saryono *

Gagasan-gagasan tasawuf dalam sastra – yang merupakan transformasi dan manifestasi ajaran tasawuf – biasanya tak dituangkan secara lugas dan langsung, tetapi sering dituangkan dengan memanfaatkan lambang-lambang (simbol-simbol). Itu sebabnya, sastra bernafaskan tasawuf atau sastra sufistis demikian kaya dan pekat akan perlambangan (simbolisme) dan metafora. Continue reading “WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (5)”

WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (3)

Djoko Saryono *

Sastra sufistis atau bernafas tasawuf kental dengan tema-tema transendental atau spiritual. Tema-tema transendental atau spiritual dalam sastra bertautan dengan perkara-perkara transendental atau spiritual. Pertemuan dengan Tuhan, persatuan (kesatuan) wujud atau metaforis dengan Tuhan, kecintaan atau kemabukcintaan akan Tuhan, kerinduan akan Tuhan, ketauhidan, kesempurnaan, keselamatan, kerinduan akan Tuhan, dan kemakrifatan merupakan beberapa tema tasawuf yang spiritual yang sering digarap oleh para pernyair-sufi dan terkandung dalam sastra. Continue reading “WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (3)”

Bahasa »