PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA-MELAYU DI INDONESIA DALAM KONTEKS SISTEM PENDIDIKAN

Maman S. Mahayana *

Bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melayu. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melayu yang disesuaikan dengan pertumbuhannya dalam masyarakat Indonesia sekarang.

Itulah pernyataan butir 8 Keputusan Seksi A dalam Kongres Bahasa Indonesia kedua di Medan yang berlangsung 28 Oktober—2 November 1954. Keputusan itu secara eksplisit menegaskan kembali bahasa Melayu sebagai asal dan dasar bahasa Indonesia. Continue reading “PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA-MELAYU DI INDONESIA DALAM KONTEKS SISTEM PENDIDIKAN”

PERINTIS SASTRA INDONESIA MODERN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sistem penerbitan yang awal dalam kesusastraan Indonesia modern memperlihatkan betapa pengaruh kekuasaan pemerintah Belanda begitu dominan dalam menentukan arah perjalanan kesusastraan bangsa ini. Jika dikatakan, sejarah selalu berpihak pada penguasa, maka itulah yang terjadi dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Riwayat perjalanannya penuh dengan pemanipulasian, perekayasaan, penenggelaman, dan penyesatan. Tetapi lantaran sejarah milik penguasa, bahkan penguasa itu juga sengaja menciptakan sejarahnya sendiri, maka yang kemudian bergulir adalah sebuah mainstream yang menyimpan kepentingan politik penguasa. Continue reading “PERINTIS SASTRA INDONESIA MODERN”

MEMAHAMI KEBUDAYAAN ETNIS MELALUI KESUSASTRAAN INDONESIA

Maman S. Mahayana *

Ketika Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, menegaskan pernyataan sikap para pemuda Indonesia yang mengaku: “bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia; berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” saat itulah sesungguhnya identitas etnis –diwakili Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Bataksbond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia—dan Continue reading “MEMAHAMI KEBUDAYAAN ETNIS MELALUI KESUSASTRAAN INDONESIA”

Teater Kontemporer

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Sudah lama dunia ini dibedakan dengan Barat dan Timur. Masa lalu masa depan. Sudah lama nilai-nilai dipatok dalam dua gawang. Buruk dan baik. Hitam dan putih. Sudah lama arah disederhanakan menjadi kanan dan kiri. Depan dan belakang. Atas dan bawah.

Sudah lama wanita dikategorikan dengan jegeg dan bocok. Dan pada gilirannya juga sudah lama seni dikampling menjadi dua pulau. Tradisional dan modern. Pertunjukan tradisional dan pertunjukan kontemporer. Continue reading “Teater Kontemporer”

BENGKALIS NEGERI ZAPIN*

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Datanglah ke Bengkalis dan bertanyalah tentang zapin. Maka boleh jadi, sesiapa pun warga masyarakat di sana, akan menjawabnya enteng saja, seperti seseorang yang mewartakan identitasnya. Tetapi boleh jadi juga jawabannya panjang lebar, lengkap, sambil sekalian menunjukkan sejumlah gerakan yang khas, yang gemulai, yang rancak atau yang patah-patah, meski sangat berbeda dengan breakdance. Antusiasme! Itulah kesimpulan yang akan kita peroleh ketika pertanyaan tentang zapin jatuh di Bengkalis. Zapin bagi masyarakat Bengkalis, bahkan juga bagi masyarakat pesisir Semenanjung Melayu adalah denyut nadi dinamika kehidupan mereka. Continue reading “BENGKALIS NEGERI ZAPIN*”

Bahasa »