DEMOKRASI TOLOL VERSI SARIDIN

Emha Ainun Nadjib
http://sudisman.blogspot.com/

Saridin bukan tidak sadar dan bukan tanpa perhitungan kenapa dia memilih nyantri ke pondoknya Sunan Kudus. Saridin itu tipe seorang murid yang cerdas dan mengerti apa yang dilakukannya.

Harap dimengerti murid itu bukan padanan kata dari siswa atau student, sebagaimana manusia zaman modern memaknainya secara tolol. Memang manusia dalam kebudayaan dan peradaban modern kerjanya selalu melawak. Mereka lucu, dan bahkan sangat lucu karena mereka sendiri tidak sadar bahwa mereka lucu. Continue reading “DEMOKRASI TOLOL VERSI SARIDIN”

Membaca dan Selimut

Emha Ainun Nadjib
http://sudisman.blogspot.com/

Kiai Sudrun berkata kepada cucunya, seorang sarjana yang tadi siang diwisuda.

“Di zaman dahulu kala terdapatlah makhluk yang bernama Kebudayaan Barat.
Pada masa itu tak ada barang di muka bumi ini yang dikutuk orang melebihi kebudayaan barat sehingga ia dianggap sedikit saja lebih baik dari anjing kurap. Continue reading “Membaca dan Selimut”

Dasar Teori Tentang Majnun (Demokrasi Tolol Versi Saridin)

Emha Ainun Nadjib
http://sudisman.blogspot.com/

Memang bukan Saridin namanya kalau tidak gila. Dan bukan gilanya Saridin kalau definisinya sama dengan definisi Anda tentang gila. Wong sama saya saja Saridin sering bertengkar soal mana yang gila dan mana yang tidak kok. Padahal saya juga agak gila. Apalagi sama Anda. Anda kan jelas-jelas waras. Continue reading “Dasar Teori Tentang Majnun (Demokrasi Tolol Versi Saridin)”

Penjara sebagai Pertolongan Terendah

Emha Ainun Nadjib
Kompas, 20 Des 2008

Lia Aminudin akan masuk bui lagi. Saya bersangka baik ia tidak berniat jahat dengan “Jibril, Ruhul Kudus, Kerajaan Sorga, Imam Mahdi”-nya. Mungkin ia orang yang khilaf, tetapi tidak memiliki alat di dalam dirinya untuk memahami kekhilafannya.

Namun, software untuk memahami kekhilafannya itu juga mungkin tidak terdapat di luar dirinya: pada sistem nilai masyarakat dan hukum negaranya. Continue reading “Penjara sebagai Pertolongan Terendah”

Filosofi Penindasan

Emha Ainun Nadjib
__Republika

Rakyat saya ini sungguh bandel. Sebagai pemimpin, sungguh saya tak pernah menyangka bahwa manusia bisa sedemikian mbanggel-nya. Susah benar mengatur mereka. Orang diajak bersatu saja kok sukarnya bukan main.

Mending mengurusi kambing atau sapi.
Bersatu itu ‘kan enak. Alam dan kehidupan sudah memberi contoh sejak dulu. Continue reading “Filosofi Penindasan”

Bahasa »