Adek Alwi
http://www.suarakarya-online.com/
USAI Idul Fitri 2007 lalu Pemrov DKI Jakarta kembali merazia kaum urban baru, seakan menegaskan lagi “ketertutupan” Jakarta bagi mereka. Tetapi bagi kaum pengarang hal itu kini tidak penting-penting amat. Mau terbuka atau tertutup Jakarta bukan lagi yang memiliki fasilitas terlengkap dan oleh karena itu harus diserbu. Dunia telah berubah. Juga Tanah Air, berkat kemajuan teknologi informasi-komunikasi. Continue reading “Pengarang Indonesia dan Dunia yang Terbuka”
