Tentang Keterasingan dan Kegilaan

Dwi Fitria
http://jurnalnasional.com/

Novel pertama pemenang Nobel Sastra 2008, J.M.G Le Clezio

Adam Pollo, seorang laki-laki berusia 20-an menemukan sebuah rumah kosong di sebuah pinggiran kota Prancis. Adam yang pendiam memutuskan untuk tinggal di sana. Berbulan-bulan, ia hanya ditemani kesunyian, pemikirannya, dan sebuah buku catatan tempat ia sering menulis surat yang tak pernah ia kirimkan kepada seorang perempuan bernama Michele. Continue reading “Tentang Keterasingan dan Kegilaan”

Pergeseran Sastra Indonesia

Maman S Mahayana
http://www.koran-jakarta.com/

Apa yang terjadi dalam konstelasi kesusastraan Indonesia selama tahun 2008? Dalam masa setahun itu, adakah peristiwa penting dan signifikan yang dapat kita gunakan sebagai sinyal perkembangan sastra Indonesia? Dengan membaca dinamika yang terjadi dalam kesusastraan Indonesia selama setahun ini, bagaimana pula kemungkinan yang bakal terjadi di tahun mendatang? Sejauh mana pula capaian-capaian estetiknya? Banyak pertanyaan dapat kita kemukakan. Setidaknya berdasarkan pertanyaan itulah kita dapat menelusuri bagaimana sesungguhnya peta kesusastraan Indonesia dewasa ini. Continue reading “Pergeseran Sastra Indonesia”

Estetika Kekerasan dalam Pandora

Melani Budianta *
majalah.tempointeraktif.com

Penyair Oka Rusmini memperlakukan tubuh bagai menu santapan. Puisi yang menohok kemunafikan.

Pandora, dalam versi yang umum diketahui, adalah perempuan yang diciptakan para dewa dan dikirim ke bumi dengan kecantikan, kepandaian, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kepadanya diberikan pula sebuah peti yang tak boleh dibuka, dan pada akhirnya—tak bisa tidak—dibukanya. Continue reading “Estetika Kekerasan dalam Pandora”

Bahan Bakar Sastra

Eriyandi Budiman
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

Tragedi lumpur Lapindo, penyerangan terhadap aliran keagamaan yang berbeda, hingga beragam tragedi yang menimpa bangsa Indonesia lainnya, berbaris seperti jutaan kendaraan bermotor di jalur “leher botol”. Memadat. Beragam kejadian aneh hingga yang remeh-temeh ini, menjadi menu baru bagi pengamatan sosiopsikologis, yang membutuhkan pengamatan ekstra tinggi. Continue reading “Bahan Bakar Sastra”

LUDRUK, KEMERDEKAAN DAN PERLAWANAN

S Yoga *
surabayapost.co.id

“Bekupon Omahe Doro, Melok Nipon Soyo Sengsoro”.

Begitulah kidungan Cak Durasim, pendiri Ludruk Organizatie (LO) di zaman perjuangan, yang berhasil membangkitkan rasa tidak senang rakyat terhadap Jepang, hingga masuk bui, disiksa tentara Jepang, dan akhirnya meninggal di penjara. Dari fenomena ini, kita tahu bahwa ludruk, sebenarnya merupakan kesenian perlawanan di masa penjajahan, baik itu di masa kolonial Belanda maupun Jepang. Continue reading “LUDRUK, KEMERDEKAAN DAN PERLAWANAN”

Bahasa »