Perjalanan Bahasa Indonesia Menuju Bahasa Dunia

Maman S Mahayana
riaupos.com

Jika Bahasa Melayu ditempatkan sebagai bahasa daerah, sangat mungkin para pakar bahasa (Indonesia) dan Pusat Bahasa, akan menghadapi tembok besar kegagalan. Bukankah salah satu syarat sebuah bahasa menjadi bahasa resmi PBB ditentukan oleh klaim bahwa bahasa itu telah menjadi bahasa negara, bukan bahasa daerah. Jika yang diusulkan Bahasa Melayu sebagai bahasa Nusantara, kendalanya sama saja, Continue reading “Perjalanan Bahasa Indonesia Menuju Bahasa Dunia”

Lirik

Arie MP Tamba
jurnalnasional.com

Kritikus sastra Indonesia berkebangsaan Belanda, A Teeuw, pernah merasa “kehilangan” Rendra. Itulah yang dialami A Teeuw sebagai pecinta puisi-puisi Rendra – periode sebelum puisi pamflet (1970-an). Puisi-puisi pamflet, yang banyak mempersoalkan kehidupan masyarakat keseharian, termasuk masalah pendidikan, ekonomi, politik, bahkan kebijakan pembangungan – yang disampaikan juga dalam bahasa sehari-hari – membuat A Teeuw tidak mendapatkan kenyamanannya sebagai pembaca. Continue reading “Lirik”

Kasak-Kusuk Problematika Kebudayaan Massa

Hardi Hamzah *
lampungpost.com

ROMANTISME kebudayaan massa, kiranya masih bersikukuh pada lahan ide dan diskursus yang tidak implementatif.

Dua ribu delapan sebagai tahun tikus, kenyataannya musti menggererek pula di proses kebudayaan. Binatang yang biasa mengerat ini, hanya membuat gigitan spontan kemudian perlahan mengunyahnya, meski tikus perlambang dari kerakusan yang menahan diri. Continue reading “Kasak-Kusuk Problematika Kebudayaan Massa”

Bahasa ยป