FAKTA DAN FIKSI : PERTALIAN SASTRA DAN SEJARAH

Maman S. Mahayana *

Fakta dan fiksi sering kali dipahami secara serampangan. Akibatnya, pemaknaan atas keduanya terjerumus pada kekeliruan yang fatal. Tidak jarang pula, fakta dianggap sebagai saudara kembar fiksi, atau fiksi diperlakukan sebagai adik kandung fakta. Sebuah kenyataan, segala sesuatu yang pernah ada atau peristiwa yang sungguh terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya, itulah yang disebut fakta. Ia harus ada dan pernah terjadi. Jika kemudian ternyata tak sesuai dengan kenyataan, tak pernah ada, dan peristiwa itu belum terjadi, maka fakta itu harus kita tolak. Fakta itu tidak benar. Continue reading “FAKTA DAN FIKSI : PERTALIAN SASTRA DAN SEJARAH”

Soeharto dalam Sastra

Fadlillah Malin Sutan Kayo *
kompas.com

Setiap kali penduduk Kota Bebek membuka koran, yang ingin mereka ketahui hanya satu: apakah hari ini Paman Gober sudah mati. Setiap pagi mereka berharap akan membaca berita kematian Paman Gober, di halaman pertama. (Seno Gumira Ajidarma, 2001:11)

Soeharto, mantan presiden Republik Indonesia yang berkuasa 32 tahun itu, juga dibicarakan dalam karya sastra. Adalah tidak mungkin tidak mencatat Soeharto dalam sastra, dengan kekuasaannya yang selama itu. Continue reading “Soeharto dalam Sastra”

Catatan Sastra Riau 2008

Marhalim Zaini
riaupos.com

Di sebuah pagi, hari Minggu itu, ketika saya tengah sibuk bersiap hendak berangkat “melatih” anak-anak Sekolah Dasar (SD) menulis puisi di Taman Budaya Pekanbaru, sejumlah sms masuk ke ponsel saya.

Dugaan saya, paling SMS kawan-kawan penulis yang di luar Riau, yang biasanya memang kerap memberi kabar tulisan siapa saja yang dimuat di berbagai media nasional (karena di Pekanbaru, media-media [luar] tersebut sulit diakses. Continue reading “Catatan Sastra Riau 2008”

MUSUH PARA KORUPTOR: RAMADHAN KH

Maman S. Mahayana *

Ramadhan Karta Hadimadja, setelah sekian lama terbaring sakit di Cape Town, Afrika Selatan, Kamis, 16 Maret, sekitar Pukul 8.30 waktu setempat, pergi sudah menjumpai Sang Khalik. Salah seorang tokoh pendiri Akademi Jakarta dan Dewan Kesenian Jakarta itu, sungguh sebuah teladan. Ia figur sastrawan yang konsisten dalam melawan kebrengsekan, teguh pada apa pun yang diyakini sebagai kebenaran, dan solider pada persahabatan. Continue reading “MUSUH PARA KORUPTOR: RAMADHAN KH”

Bahasa ยป