TAK SENGAJA JADI SASTRAWAN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Jalan hidup seseorang sering kali tidak terduga. Tidak berhasil meraih cita-cita atau harapan di bidang tertentu, tidaklah berarti harus gagal di bidang lain. Itulah yang terjadi pada sosok Titis Basino PI. Masuk Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1959, ia malah tak begitu yakin akan pilihannya itu. Entah apa yang mendorongnya memasuki bidang itu. Minat untuk menjadi ahli bahasa, kritikus atau dosen pun, tak terlintas. Maka, setelah ia meraih gelar sarjana muda tahun 1962, Titis memutuskan untuk bekerja sebagai pramugari udara PN Garuda. Continue reading “TAK SENGAJA JADI SASTRAWAN”

Gerilya Penulis Pemberontak

Fahrudin Nasrulloh *
Pontianak Post & jawapos.com

SETIAP penulis berdiri genting di kecamuk proses kreatifnya. Karena ia menyadari telah terlempar ke dunia, dirayapi gamang, terhirup waktu, diterbangkan iman. Telanjur sudah ia berlaga di padang kurusetra yang tak habis-habis itu. Sementara manusia lain, yang gentar nerjang nan alpa atas segala, cuma jadi ternak-ternak Tuhan belaka. Continue reading “Gerilya Penulis Pemberontak”

BELAJAR DARI IMAJI KEPENULISAN TAUFIQ ISMAIL

Sutejo
Ponorogo Pos

Membaca Taufiq Ismail dalam konteks pengalaman kreatif adalah sesuatu yang kompleks dan menarik. Di samping sebagai penyair protes awalnya, Taufiq berujung pada puisi-puisi imajis. Pengalaman kepenulisan Taufiq pada awalnya digerakkan oleh (a) kepeduliannya pada bangsanya melalui gerakan kemahasiswaan dan (b) bagaimana keprihatinannya alir ketika melihat kepincangan sosial di awal persalinan Orde Baru yang pucuknya adalah politik kesenian Manikebu. Continue reading “BELAJAR DARI IMAJI KEPENULISAN TAUFIQ ISMAIL”

LORONG GELAP YANG MENGASYIKKAN

Kitab-Para-Malaikat-KPM

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Hamparan semangat menggelegak. Manakala ia tak dapat ditahan dan pecah, seketika itu pula ekspresinya muncrat berhamburan, bercipratan, menerabas apa pun. Lalu hinggap di berbagai tempat yang dijawilnya sesuka hati. Mungkin sama sekali ia tak bermaksud melakukan tegur-sapa, say hello, atau bahkan juga gugatan. Ia sekadar hendak merepresentasikan gumpalan kegelisahan yang lama bersemayam dan mengeram dalam kerajaan gagasannya. Continue reading “LORONG GELAP YANG MENGASYIKKAN”

Bahasa ยป