Penyair dan Institusi Jalanan

Binhad Nurrohmat *
newspaper.pikiran-rakyat.com

PENYAIR tak lahir dari rahim langit. Ia tumbuh dari bumi tempat lingkungan masyarakat dan tradisi hidup serta membentuknya. Setiap penyair niscaya merupakan produk dari suatu mata rantai historis panjang penuh lekuk kelindan sehingga biografi kepenyairan melekat pada dan (melalui penelusuran yang gigih dan tekun) bisa diuraijelaskan dari latar masyarakat dan tradisi yang melingkupinya. Lain kata, penyair tak menyembul dari kekosongan, melainkan anak kultural yang lahir dari persetubuhan dengan masyarakat dan tradisi. Continue reading “Penyair dan Institusi Jalanan”

Puisi Hening: Tradisi Liris R. Timur Budi Raja

Beni Setia
suarakarya-online.com

SELAIN Eliza Vitri Handayani, dengan novel Area X yang berlatarkan tradisi detektif bau science fiction, proyek lembaran sisipan “Kaki Langit” Majalah Sastra Horison itu melahirkan beberapa nama yang bisa disebut signifikan saat ini. Panggillah Faisal Kamandobat, yang selain menulis puisi juga menulis esei, dan makin terlihat potensinya sebagai eseis. Lalu, ada R Timur Budi Raja (selanjutnya Timur), yang dengan teguh hati mengujudkan obsesi jadi penyair. Continue reading “Puisi Hening: Tradisi Liris R. Timur Budi Raja”

WANITA DALAM PERSEPSI LINUS SURYADI AG

Sri Wintala Achmad
http://sastrakarta.multiply.com/

BAGI masyarakat sastra Indonesia, siapa tidak mengenal Linus Suryadi AG. Pria berkelahiran Kadisobo (Sleman, 3 Maret 1951) tersebut lebih dikenal sebagai penyair lirik. Ini dapat dilihat melalui puisi-puisi liriknya yang terkumpul dalam antologi tunggalnya: Rumah Panggung (Nusa Indah, Ende-Flores, 1986) dan Kembang Tanjung (Nusa Indah, Ende Flores, 1988). Continue reading “WANITA DALAM PERSEPSI LINUS SURYADI AG”

TENTANG KRITIK AKADEMIS

Maman S. Mahayana *

Belakangan ini, di kalangan sastrawan muda ada kecenderungan untuk menyoroti dan mencoba memberi penjelasan tentang kritik akademis secara keliru. Kritik akademis dipahami sebagai kegiatan yang hanya terjadi di lingkungan sebuah lembaga yang bernama perguruan tinggi. Di sana, kritik sastra dianggap sekadar berujud sebuah makalah ilmiah, penelitian atau karya ilmiah yang berupa skripsi, tesis atau disertasi. Continue reading “TENTANG KRITIK AKADEMIS”

Bahasa ยป