Muslim Tradisionalis Sekaligus Modernis

Gugun el-Guyanie
http://www.jawapos.com/

“Kita mengenang karena sayang, kita bernostalgia karena cinta, dan kita meruwat karena hormat.”

Memori sejarah dunia Islam harus kembali membuka file-file lama untuk menemukan tokoh besar dalam sejarah perjalanan Islam di Indonesia dan dunia. Buya HAMKA, nama itulah yang menjadi penanda penting bagi kehidupan umat Islam di Indonesia khususnya. Continue reading “Muslim Tradisionalis Sekaligus Modernis”

SASTRA INDONESIA DALAM PERSPEKTIF MULTIKULTURALISME

Maman S. Mahayana *

Multikulturalisme adalah sebuah filosofi liberal dari pluralisme budaya demo-kratis. Multikulturalisme didasarkan pada keyakinan bahwa semua kelompok budaya secara sosial dapat diwujudkan, direpresentasikan, dan dapat hidup berdampingan. Selain itu, diyakini pula bahwa rasisme dapat direduksi oleh penetapan citra positif keanekaragaman etnik dan melalui pengetahuan kebudayaan-kebudayaan lain. Continue reading “SASTRA INDONESIA DALAM PERSPEKTIF MULTIKULTURALISME”

Mengenang Soeharto dalam Cerpen Indonesia

A. Qorib Hidayatullah
http://www.indonimut.blogspot.com/

Haji Muhammad Soeharto telah berpulang selamanya, menghadap keharibaan Tuhan Yang Mana Esa. Minggu, 27 Januari 2008 jam 13.10 WIB adalah hembusan nafas terakhir mantan Presiden kedua RI itu meninggalkan seluruh rakyat bumiputra. Kala resonansi medis berhenti, tak bergetar lagi, pertanda nyawa hengkang dari jasad manusia. Tak satupun relikui kehidupan dibawanya menuju liang lahat, tempat persemayaman terakhir. Continue reading “Mengenang Soeharto dalam Cerpen Indonesia”

HUBUNGAN KRITIK SASTRA DENGAN SOSIOLOGI

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Perkembangan kritik sastra Indonesia dalam dekade tahun 1980-an ditandai de-ngan munculnya beberapa pembicaraan mengenai sosiologi sastra atau pendekatan sosio-logis terhadap karya sastra. Dalam konteks ini, kritik sastra sesungguhnya mencoba me-manfaatkan disiplin ilmu lain (sosiologi) untuk memberi penjelasan lebih mendalam menge-nai salah satu gambaran kemasyarakatan yang terdapat dalam karya sastra. Oleh karena itu, pembicaraan mengenai hubungan kritik sastra dengan sosiologi, muncul lantaran ada anggapan bahwa karya sastra merupakan cermin masyarakat. Continue reading “HUBUNGAN KRITIK SASTRA DENGAN SOSIOLOGI”

Menggagas Sejarah Sastra Indonesia di Jawa Timur

Mashuri

Perkembangan sastra Indonesia di Jawa Timur cukup marak. Sayangnya, kondisi demikian seringkali luput dan tidak tercover oleh pusat. Akibatnya, banyak sastrawan dan karyanya tidak terdeteksi dan tidak dimasukkan dalam bingkai sejarah sastra Indonesia, yang notabene selama ini, “direpresentasikan” oleh pusat, yang tak lain adalah Jakarta, yang hanya memuat kanon-kanon sastra saja. Bermula dari kondisi demikian, maka penulisan sejarah sastra Indonesia di Jawa Timur sangat mendesak untuk direalisasikan. Continue reading “Menggagas Sejarah Sastra Indonesia di Jawa Timur”

Bahasa ยป