AJIP ROSIDI: MEMBACA DAN MENULIS TANPA AKHIR

Maman S. Mahayana *

Mungkinkah seseorang yang tidak lulus SMA dapat memperoleh gelar doktor honoris causa (doktor kehormatan yang diberikan sebuah institusi pendidikan atau universitas), bahkan mendapat sebutan professor pula? Di Indonesia yang segala sesuatunya sering harus berurusan dengan aturan birokrasi, pemberian gelar kehormatan, seperti doktor honoris causa, pernah menimbulkan masalah. Continue reading “AJIP ROSIDI: MEMBACA DAN MENULIS TANPA AKHIR”

“Poem of Blood”: Tragika Kuda ala Ugo Untoro

Fahrudin Nasrulloh
Jawa Pos, 1 April 2007

Memasuki pameran Ugo, seketika tatapan mata tiba-tiba disergap dan dilemparkan ke padang penuh kebiadaban. Nyata benar di sana, panorama dunia kuda yang tragis; mata bolong, bangkai tersungkur, jejeran kulit terpajang bak mantel atau handuk, potongan kaki berupa sepatu kuda, tato api bertatah kata dislomotkan di kulit, goa bersuara ringkik kuda. Bagi penonton, yang tak akrab menyaksikan kekejian; inilah suguhan ganas tapi komtemplatif yang menyayat kesadaran. Continue reading ““Poem of Blood”: Tragika Kuda ala Ugo Untoro”

Menimbang Ekspresi Sufistik dalam Kata

Theresia Purbandini
jurnalnasional.com

Acep Zamzam Noor adalah seorang penyair yang dilahirkan dan dibesarkan di pondok pesantren. Hal ini membuat nuansa keislaman dalam karya-karyanya sangat terasa. Cipasung adalah salah satu karya penyair kelahiran Cipasung, Tasikmalaya ini. Puisi itu menggambarkan keadaan desa yang tenang dan damai, dengan nuansa islami yang kental. Continue reading “Menimbang Ekspresi Sufistik dalam Kata”

Bahasa ยป