Estetika Realisme-Primitif, Testimoni, dan Pengutuhan Kualitas Hidup

S. Jai
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

“Mencintai seseorang sama artinya
rela menjadi tua di sampingnya.” (Albert Camus)

TAMPAKNYA dialog yang diucapkan tokoh rekaan dalam Caligula itu, kini boleh dilontarkan siapa saja. Tak musti sahih bila dituturkan penganut kaum absurdis. Terlebih kian sulit di zaman sekarang mencari orang yang paham akan karya-karya berat Caligula, Sampar (Camus), The Waiting for Godot, Endgame (Beckett), Zarathustra (Nietzsche) dan sejenisnya. Continue reading “Estetika Realisme-Primitif, Testimoni, dan Pengutuhan Kualitas Hidup”

Kritik Cerdas Gaya Gandrik

Grathia Pitaloka
jurnalnasional.com

Setelah menapaki perjalanan kreatif seperempat abad, kini siap bergerak dengan generasi baru.

Atas nama moral, Susila Parna, seorang penjual mainan anak-anak diringkus oleh aparat. Lelaki bertubuh gendut ini dituding telah melakukan tindakan asusila dengan mempertontonkan aurat di muka umum. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah, Susila kegerahan karena terlalu bersemangat menari tayub. Tak terbersit sama sekali niat di kepalanya untuk memamerkan tubuhnya yang tambun, lengkap dengan perut buncit serta susu yang kimplah-kimplah. Continue reading “Kritik Cerdas Gaya Gandrik”

Bahasa »