Dunia Batin Sang Penyair

Fahrudin Nasrulloh
Suara Merdeka, 28 Agu 2005

… And what are poet for in a destitute time?
(Friedrich Hölderlin, dalam “Bread and Wine”)

Seorang penyair, suatu hari, dalam senyap perenungan di ambang lengang, bertahan diamuk khayalan tak terbayangkan, diombang-ambingkan waham tentang kefanaan dirinya dan keabadian puisi-puisinya, tentang kenyataan bagaimana dirinya punah dalam rengkuhan peristiwa dan sosokan laksa kata. Continue reading “Dunia Batin Sang Penyair”

Menemukan Rumi Lewat Matsnawi

Liza Wahyuninto

Sosok Maulana Jalaluddin Rumi kini mulai sering dibahas di seluruh penjuru dunia. Ketokohannya dalam bidang sufi dan sastra mulai menjadi perbincangan yang seolah tiada mengenal kata “lawas”. Tidak salah jika pada pertemuan pertama Fariduddin al-Attar dengan Rumi, dengan optimis ia meramalkan: “hari akan datang, dimana anak ini akan menyalakan api antusiasme ketuhanan ke seluruh dunia”. Dan hari yang diramalkan oleh sang penulis karya agung “Musyawarah Burung” tersebut telah lama datang dan hingga kini masih dinikmati oleh kalangan pengkaji Rumi dan karya-karyanya. Continue reading “Menemukan Rumi Lewat Matsnawi”

LUPA, HUTANG DAN REVOLUSI

Nurel Javissyarqi

Lupa menyebabkan hutang, dan atau pun hakikat lupa ialah hutang. Hutang dapat terlupa, menambah bengkak nominal bunga. Lantas kesadaran hadir mencekik menghapus kenangan. Tetapi sungguh di depan itulah jurang, maka kita harus mundur ke belakang, merevolusi diri, berperang melawan kebijakan. Kembali kepada waktu semula untuk mendapatkan waktu kini dan nantinya, dengan kesungguhan bertambah keyakinan dari pengalaman lupa, hutang serta terlena. Continue reading “LUPA, HUTANG DAN REVOLUSI”

Bahasa »