SASTRA DIASPORIK

Djoko Saryono *

Marilah kita “bermain-main” dengan kata diaspora, yang diadopsi dari kosa kata diaspora dalam bahasa Inggris. Kata diaspora sudah menjadi satu satu lema dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang artinya sudah menjadi salah satu kosa kata bahasa Indonesia. Dalam KKBI, kata diaspora hanya disangkutkan dengan dunia politik, dan dimaknai sebagai “masa tercerai-berainya suatu bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia dan bangsa tersebut tidak memiliki negara, misalnya bangsa Yahudi sebelum negara Israel berdiri pada tahun 1948”. Continue reading “SASTRA DIASPORIK”

Sebuah Trilogi: Puisi, Musik, dan Kopi

Khairul Mufid Jr

Bulan lalu, saya menghadiri simposium literasi Yogyakarta yang bertajuk MocoSik (12-14 Februari 2017). Sebuah kolaborasi kesenian antara musik dan buku yang diselenggarakan promotor musik Rajawali Indonesia Com dan promotor buku Kampung Buku Jogja. Dalam draf acaranya, pengunjung disuguhkan artis, pemusik, penulis, bahkan presenter: Sebut saja penyanyi Raisa, Glenn, Tompi, presenter Najwa Shihab, penulis FX Rudy Gunawan, Ahmad Nirwan Arsuka dan deretan penulis lainnya. Continue reading “Sebuah Trilogi: Puisi, Musik, dan Kopi”

Pasar dan Kritik Jurnalisme Sastra Indonesia

Dennis Pamungkas

Ada sebuah perubahan besar, ada sebuah faktisitas dalam kehidupan sastra abad-20 yaitu terbentuknya pergeseran dari penulis ke pembaca. Asumsi yang melandasinya yaitu ketika logika ekonomi industrial masuk dalam mind-set pemikiran manusia saat ini, ketika semua dikakolasikan atas dasar keuntungan, kala kuasa penerbitlah suara bombastis karya kanon dibentuk. Saat bagaimana produsen memenuhi tuntutan pasar. Continue reading “Pasar dan Kritik Jurnalisme Sastra Indonesia”

Bahasa »