Kerinduan dan Sentimentil Nyanyian Gus Mus

Deki Giatama

Kyai Mustofa Bisri atau sering disebut Gus Mus, Seorang penyair yang memiliki sebuah prinsip yaitu dengan puisi mengawasi dan mengkritik negeri ini. Gus Mus sangat mencintai negeri ini, namun Gus Mus seakan rindu dengan Indonesia yang seolah-olah sudah berganti muka. Ditunjukan dengan sentimentil Gus Mus, bahwa negeri ini seperti sudah mulai tak dicintai bangsanya sendiri. Bagaikan negeri yang tanpa tuan, negeri yang hina dan negeri yang bahkan bangsanya berpaling darinya. Continue reading “Kerinduan dan Sentimentil Nyanyian Gus Mus”

DINAMIKA TRANSFORMASI WAYANG JAWA

Djoko Saryono *

Berdasarkan berbagai kajian, amatan, liputan, dan rekaman para pengaji, pemerhati, peliput, dan pencinta wayang [yang dikemukakan secara tertulis, visual, dan disampaikan secara lisan] dapat dikatakan di sini bahwa keberadaan atau kehadiran [eksistensi] wayang sebagai lakon sekaligus seni pertunjukan sudah amat tua [lama] di dalam masyarakat, kebudayaan, dan peradaban Jawa di samping masyarakat, kebudayaan, dan peradaban lain di Indonesia. Dengan kata lain, hidup wayang tergolong sudah demikian panjang. Kehidupan wayang ibarat kehidupan tokoh Rama Bargawa [Rama Parasu]: demikian panjang, tak mati-mati, meski sedih gembira silih berganti. Continue reading “DINAMIKA TRANSFORMASI WAYANG JAWA”

ORANG BIASA

Taufiq Wr. Hidayat *

Barangkali harapan, upaya-upaya hidup, dan kesementaraan akan senantiasa menyertai tiap orang, tiap pribadi, dan kenangan. Ia bagai bangunan batu bata yang tertata saling mengokohkan. Kita pun berjalan dalam ironi. Seringkali terjebak banyak hal yang sesungguhnya mustahil. Indonesia yang maju, pintar, sejahtera, adil dan makmur akan selama-lamanya cuma janji. Namun itu selama-lamanya pula kan terus kita upayakan, diikhtiari, diwujudkan entah sampai kapan. Continue reading “ORANG BIASA”

WAKTU DAN RUPA-RUPA MANUSIA

Catatan Kesan atas Antologi Puisi “Narasi Sehari”
A. Syauqi Sumbawi *

Salah satu rahasia terbesar dalam kehidupan manusia adalah waktu. Dalam eksistensinya yang universal, tidak ada seorang pun manusia yang mampu mengetahui waktu. Karena manusia terbatas oleh waktu. Bahkan secara transendental-objektif, harus tunduk pada kenyataan waktu yang eksistensinya berada di luar kehendak dan kemampuan manusia. Continue reading “WAKTU DAN RUPA-RUPA MANUSIA”

Bahasa »