MENYEMAIKAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN

Djoko Saryono *

/1/
Sudah ribuan tahun, agama, filsafat, ilmu dan teknologi, pendidikan, dan lain-lain menjadikan manusia dan kemanusiaan menjadi aksis [poros] ajaran, pemikiran, pendidikan, pengajaran, pengkajian, dan perekayasaan. Sudah jelas, sejak semula kehadiran agama-agama memang bagi manusia, bukan bagi Tuhan, sehingga ajaran dan pemikiran agama-agama selalu berporos manusia dan kemanusiaan. Continue reading “MENYEMAIKAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN”

MENCATAT GERAK HIDUP SASTRA

Djoko Saryono *

Dinamika atau gerak bermakna bisa dijadikan ciri kehidupan dan perkembangan sastra yang sehat. Kita tahu, sastra Indonesia terus hidup-sehat dan berkembang penuh dinamika atau gerak bermakna. Pasalnya, dalam perjalanan kehidupan dan perkembangan itu pelbagai peristiwa, fenomena, dan problematika sastra silih berganti mengemuka di taman-sastra kita. Kadang bertahan lama, kadang biasa-biasa belaka. Kadang-kadang riuh-rendah semarak semisal polemik sastra kontekstual dan pascamodernisme dalam sastra, kadang-kadang gempar-sesaat untuk kemudian lenyap semisal isu sastra wangi dan puisi esai. Continue reading “MENCATAT GERAK HIDUP SASTRA”

Bahasa ยป