KEMANUSIAAN BARU UNTUK ZAMAN PASCA-HUMANISME

Djoko Saryono *

Kehidupan yang serba tak terduga, tak pasti, susah diterka, sangat kompleks, dan serba mendua yang sering disebut dunia VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity; VUCA World) menjadi ciri utama Abad XXI sekarang. Dunia VUCA ini terjadi akibat pergeseran, perubahan, dan atau pergantian secara mendalam, fundamental, radikal, eksplosif, eksponensial, lintang pukang, dan menjangkau hampir semua wilayah kehidupan dan kebudayaan (bahkan wilayah yang dulu dipandang suci dan luhur) sehingga tak ada seorang pun mampu menangkapnya secara tepat, holistik, dan komprehensif. Continue reading “KEMANUSIAAN BARU UNTUK ZAMAN PASCA-HUMANISME”

Baca Kumcer “Belajar Mencintai Kambing”

Fatah Anshori *

Pada dasarnya manusia memang memiliki perasaan tidak pernah puas. Kerap melupakan apa yang telah dimilikinya: motor butut, televisi tabung 14 inch, ibu yang cerewet, ayah yang super galak, lingkungan yang kumuh, rumah kecil di pinggir kali dan segala hal yang kita anggap receh, inferior juga kerap tidak pernah kita syukuri telah memilikinya. Malah selalu berharap atau mendambakan sesuatu yang belum kita miliki: motor keluaran terbaru dan sedang trend, televisi LED, ibu yang baik dan tidak cerewet, ayah yang sabar dan pengertian, lingkungan yang bersih, rumah besar di tengah-tengah kota dan segala perkara yang kita anggap mewah namun sama sekali belum menyentuhnya alih-alih memilikinya. Continue reading “Baca Kumcer “Belajar Mencintai Kambing””

Bahasa »