MERDEKA BERBAHASA DAN BERSASTRA UNTUK MERDEKA BELAJAR

Djoko Saryono *

Salah satu persoalan mendasar kebudayaan dan pendidikan kita ialah terbatasnya daya pikir, daya imajinasi, dan daya ekspresi bangsa kita sehingga kreativitas dan inovasi bangsa masih jauh dari harapan dan kalah dibandingkan dengan berbagai bangsa lain, padahal masa depan bangsa kita sangat bergantung pada kreativitas dan inovasi. Di samping karena ekosistem dan ruang berpikir, berimajinasi, dan berekspresi yang masih terbatas dan belum kondusif, hal tersebut disebabkan oleh tidak atau kurang merdekanya bangsa kita dalam berpikir, berimajinasi, dan berekspresi. Continue reading “MERDEKA BERBAHASA DAN BERSASTRA UNTUK MERDEKA BELAJAR”

Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia

Sumber: Asrul Sani: Surat-Surat Kepercayaan
Pramoedya Ananta Toer

Pokok-pokok pikiran ceramah pada Seminar Sastra yang diadakan Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI) Jakarta pada tanggal 26 Januari 1963. Pelopor yang dianggap bapak realisme-sosialis adalah Maxim Gorki. Tanggal timbulnya tak dapat ditentukan dengan pasti, tetapi kira-kira tahun 1905. Istilah realisme-sosialis itu sendiri baru timbul kira-kira tiga puluh tahun kemudian, yakni melalui ucapan Andrei Zhdanov di hadapan Kongres I Sastrawan Soviet di Moskwa pada tahun 1934. Continue reading “Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia”

OMAYGAD! Sutardji Presiden Puisi Abadi dan Mau Keluarkan Kredo Baru!?


Shiny.ane el’poesya

Seperti tak mau kalah dari Sapardi yang menerbitkan buku dengan berkolaborasi (Prokem: Tik-Tok-an) bersama Rintik Sendu, dikabarkan oleh KOMPAS-Sabtu 8 Februari 2020, dalam tulisan milik Putu Fajar Arcana di rubrik Sosok halaman 12, bahwa Sutardji ternyata diam-diam tengah mempersiapkan sebuah buku dengan sebuah Kredo baru, Maret nanti.“Omaygad!” Ya, di balik meja kerja, sontak saya berteriak lirih seperti tiba-tiba tercekik: “Omaygad!” Continue reading “OMAYGAD! Sutardji Presiden Puisi Abadi dan Mau Keluarkan Kredo Baru!?”

Bahasa »