Ketika Sastra Indonesia Diijon

Ahda Imran
pikiran-rakyat.com 13 Mar 2018

DALAM catatannya Facebook-nya (4 Februari 2018), Soni Farid Maulana ada menyebut ihwal kagaduhan setelah terbitnya buku 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh (2014). Buku yang salah satu pangkal kegaduhannya adalah munculnya nama Denny JA (DJA) sebagai salah seorang tokoh, karena puisi esai ”temuannya” yang dianggap jadi fenomena sastra. Continue reading “Ketika Sastra Indonesia Diijon”

Membaca Pulau Tanpa Cinta Karya Jasni Matlani

Sunu Wasono *

Sebuah novel ditulis sastrawan untuk tujuan tertentu: mengekspresikan diri (penulis), menghibur pembaca, mempropagandakan (program, ideologi), mengkritik lembaga, mengkritik (tingkah laku) penguasa (yang korup, tamak, bengis, otoriter). Dengan tujuan apa pun, karya sastra pada dasarnya membutuhkan pembaca. Oleh karena itu, hampir tidak ada seorang sastrawan yang menulis hanya untuk diri-sendiri. Continue reading “Membaca Pulau Tanpa Cinta Karya Jasni Matlani”

Guru Tanpa Literasi?

Sutejo

Suatu hari, datanglah 4 orang guru ke rumah (tiga orang dari Bojonegoro dan seorang lagi dari Magetan), kemudian bercerita tentang pengalamannya berliterasi. Pertama, seorang guru Fisika ketika “meminjam” tulisan Yohanes Surya langsung diganti nama dirinya, kemudian menimbulkan masalah, bahkan harus “mempertanggungjawabkan” kesilapan akademiknya itu. Beliau dengan jujur mengakui kalau mengambil tulisan itu dan mengganti nama dirinya, tanpa mengerti bagaimana akibatnya. Ketika di Surabaya, sampai diminta untuk menandatangani pernyataan bermaterai untuk tidak mengulangi. Continue reading “Guru Tanpa Literasi?”

USAHA MENCINTAI HUJAN RAHMAT GIRYADI

; refleksi SelaSastra #11
Khoshshol Fairuz *

Tidak banyak orang mengerti tentang dunia perpuisian, termasuk saya yang waktu itu secara sepihak ditugasi menjadi moderator dalam bincang buku terbaru Rakhmat Giryadi atau lebih akrab dipanggil Lik Gir: Usaha Mencintai Hujan. Hanya karena rasa pengin tahu yang besar, saya manut saja dan berangkat menuju Boenga Ketjil milik Mas Andhi Kepix. Sesuai namanya, SelaSastra juga dilaksanakan pada hari selasa (6/12/2016). Hadir dalam bincang sastra sang pengulas Mas Anjrah Lelono Broto yang sudah dahulu menempati lesehan, para pegiat sastra Jombang dan penyair-penyair Mojokerto. Acara dimulai pukul 20:00 diawali dengan engkel-engkelan soal siapa dulu yang membuka, dan secara simbolik Mas Andhi Kepix menyampaikan pembukaan dengan mengucapkan salam dilanjutkan dengan penyatuan persepsi ala saya. Continue reading “USAHA MENCINTAI HUJAN RAHMAT GIRYADI”

Bahasa »