Novel Sufi Melayu dalam ‘Lelaki Pembawa Kain Kafan’

Oly Rinson *
Riau Pos, 26 Agus 2012

Pada Mulanya adalah kata.

A. Novel Bagus Tanpa Indentitas Penerbit

KEBIASAAN saya membaca buku, pertama kali saya lihat adalah judulnya, siapa yang menerbitkan buku itu, siapa editornya dan cetakan keberapa buku itu?

Kalau dia buku terjemahan, siapa alih bahasanya? Hal-hal itu biasanya selalu mengusik saya. Continue reading “Novel Sufi Melayu dalam ‘Lelaki Pembawa Kain Kafan’”

Mengeja Islam dalam Karya Griven H Putera

Abdul Hamid Nasution
riaupos.co 14 Nov 2015

JIKA bicara Melayu tak pelak kita harus bicara soal Islam. Bukan kah Melayu adalah Islam, atau jiwa Melayu itu adalah Islam. Membincangkan karya sastra Melayu, sudah barang tentu perbincangan itu tak jauh dari nilai-nilai keislaman. Karena ruh Islam sudah bersatu tubuh dengannya. Namun karya sastra Melayu tak harus pula kita sebut ia sebagai sastra Islami, hal ini karena sastra Melayu itu laksana jasad, ruhnya adalah Islam. Continue reading “Mengeja Islam dalam Karya Griven H Putera”

Melirik Dunia Kesunyian Nurel Javissyarqi

Lewat Waktu Di Sayap Malaikat, I-XXXIX dalam Antologi Puisi “Kitab Para Malaikat”

Awalludin GD Mualif

1/
Selepas mengaduk secangkir kopi saya pun menyalakan laptop, kemudian membuka windows media player dan mengisinya dengan beberapa lagu yang saya kehendaki. Sesaat setelah itu saya terkenang dengan salah satu buku antologi puisi bertajuk “Kitab Para Malaikat” buah karya Nurel Javissyarqi. Entah mengapa, malam ini kenang dalam pikir saya tertuju pada karya itu. Baiklah, gumam saya lirih. Continue reading “Melirik Dunia Kesunyian Nurel Javissyarqi”

Benarkah Ada Krisis Bahasa Indonesia?

Mohammad Cahya *
Pikiran Rakyat, 14 Mei 2010

Logo KemdiknasSebagaimana kita tahu, bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya. Dari sekitar 5.000 bahasa yang bertebaran di seluruh dunia, salah satu yang tercatat adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia, yang dulunya Bahasa Melayu, tumbuh dan berkembang pesat seiring dengan kemajuan zaman. Continue reading “Benarkah Ada Krisis Bahasa Indonesia?”

Antara Kuli Tinta dan Awak Media

Sunaryono Basuki Ks *
Kompas, 20 Nov 2013

Kata ’kuli’, menurut KBBI, selain bermakna ’pekerja kasar’ ternyata bermakna pula ’penduduk desa keturunan pendiri atau sesepuh desa yang mempunyai hak suara di dalam pemilihan kepala desa dan mempunyai kewajiban penuh melakukan pekerjaan desa’. Sedangkan ’kuli ajek’ di Madura adalah golongan yang dianggap sebagai pendiri suatu masyarakat yang menganut hukum adat tertentu. Continue reading “Antara Kuli Tinta dan Awak Media”

Bahasa »