MENGENANG WS RENDRA, Penghayatan Cinta Rendra kepada Allah

Musa Ismail *
riaupos.co

SIAPA yang tidak mengenali Rendra? Beliau bernama Willybrordus Surendra Bhawana Rendra Brotoatmojo. Sastrawan besar yang biasa disapa W.S. Rendra itu lahir di Kampung Jayengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, 7 November 1935, pukul 17.05 WIB. Ayahnya bernama Raden Cyprianus Sugeng Brotoatmojo. Ibunya, Raden Ajeng Ismadillah. Pendidikan SMA Rendra di kampung kelahirannya. Willy—begitu sapaan akrabnya—masuk Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Kebudayaan, UGM, dan meraih gelar Sarjana Muda (B.A). Pada 1964 hingga Agustus 1967, Rendra berada di Amerika Serikat. Di sana, ia belajar di American Academy of Dramatic Arts. Continue reading “MENGENANG WS RENDRA, Penghayatan Cinta Rendra kepada Allah”

Sastra Mutakhir: Sastra Eksklusif

Alunk Estohank *
riaupos.co

ADA kerisauan ketika harus memikirkan nasib sastra Indonesia, sastra yang semakin hari semakin tidak jelas juntrungnya. Ada apa sebenarnya dengan sastra Indonesia dewasa ini, bukankah seringkali kita temui buku-buku sastra terbit tiap tahunnya, dan bahkan ada yang satu tahun dapat menerbitkan dua buku sastra bahkan ada yang lebih. Kenapa mesti dirisaukan, bukankah itu semua menjadi nilai plus dari sastra itu sendiri. Continue reading “Sastra Mutakhir: Sastra Eksklusif”

Tahun 2017 dan Bayang-bayang Kebudayaan

Jumari HS

Home

FILSAFAT menempatkan kebudayaan pada aras metafisis yang merujuk pada penempatan nilai sebagai aspek formal intrinsik . ia tidak bicara tentang bagaimana kebudayaan menjadi norma bagi tingkah laku (learned behaviour) sehingga membentuk way of life (suatu hal menjadi obyek studi sosio antropolgi), atau bagaimana kebudayaan dibentuk oleh representasi kuasa pengetahuan (satu hal yang menjadi obyek cultural studies). Continue reading “Tahun 2017 dan Bayang-bayang Kebudayaan”

SEKUNTUM BUNGA SOFI DARI DAHAN MAFIA THREE IN ONE

Awalludin GD Mualif

NOVEL sebagai bagian dari karya sastra, mempunyai bentuk dan proses penceritaanya sendiri yang terikat dalam hukum-hukumny sendiri. Proses dan bentuk yang menghasilkan kecemasan, ketakutan serta harapan, sebab akibat, penyampaian gagasan, nilai dan pesan-pesan dalam frame dan dunia yang diciptakan penulisnya. Seperti Tuhan yang menciptakan semesta, sebagai latar bagi manusia, demikian juga manusia (penulis) mencipta karya sastra, dimana unsur sastra menjadi latar bagi para tokoh-tokoh yang digambarkan oleh penulis. Continue reading “SEKUNTUM BUNGA SOFI DARI DAHAN MAFIA THREE IN ONE”

Bahasa »