Gorys Keraf, Ilmuwan Bahasa dari NTT

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende) 31 Okto 2015

Thomas Todo Golo dalam opininya di harian Pos Kupang (2 Mei 2013) mengutip pernyataan Jus Badudu, pendekar bahasa Indonesia tahun 1980-an dari Universitas Padjadjaran Bandung yang dimuat harian Kompas. Lewat Kompas (1986) Jus Badudu menyatakan betapa besarnya sumbangan orang-orang NTT dalam proses pembakuan bahasa Indonesia. Badudu bahkan menyebut sumbangan orang-orang NTT sekitar 60-70 %. Continue reading “Gorys Keraf, Ilmuwan Bahasa dari NTT”

Sesat Pikir Tentang Apresiasi Sastra

Dessy Wahyuni *
riaupos.co

Sastra adalah entitas yang unik, dinamis, dan multitafsir. Sastra kerap bersentuhan dengan
ranah batin dan memberikan sesuatu yang tidak kasat mata. Kata-kata yang memiliki nilai seni dan budaya ini merupakan sebuah keindahan dengan makna tertentu. Makna tersebut akan terkuak jika diapresiasi. Melalui proses apresiasi itu, karya sastra akan menghasilkan nilai-nilai kemanusiaan yang mengendap dalam khazanah batin pembaca/penikmat sastra. Continue reading “Sesat Pikir Tentang Apresiasi Sastra”

Ilusi Elitisme Sastra Indonesia

Ahmad Naufel
riaupos.co

Dalam suatu kesempatan saya diajak seorang teman mengikuti acara sastra yang diselenggarakan oleh sebuah komunitas di Yogyakarta. Entah kebetulan atau tidak, yang jelas pada acara tersebut dihadiri hanya oleh kalangan kritikus, sastrawan dan mereka yang bergiat di komunitas sastra. Saya kemudian berkesimpulan bahwa ini adalah panggung sastrawan untuk sastrawan. Sangat jarang sekali acara sastra dihadiri oleh kalangan yang bergiat di luar arus kesusastraan. Continue reading “Ilusi Elitisme Sastra Indonesia”

Indonesia: Krisis Kritikus Sastra

Alunk S Tohank
riaupos.co

Perkembangan sastra belakangan sangat pesat sekali, hingga jumlahnya tak terhitung. Penulis-penulis sastra bermunculan dari berbagai daerah bahkan bisa dikatakan setiap daerah mempunyai puluhan penulis sastra atau pun ratusan. Itu semua bisa kita lihat pada hari sabtu dan minggu, di mana media massa yang ada rubrik sastranya seakan setiap minggu memuat tulisan penyair-penyair dari berbagai daerah. Continue reading “Indonesia: Krisis Kritikus Sastra”

Kristen dalam Sastra

Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 28 Mar 2014

Artikel opini ini disusun sebagai bentuk apresiasi terhadap dua buku yang khusus mengulas unsur Kristen dalam sastra Indonesia karya pengamat dan kritikus sastra dari NTT, A.G. Hadzarmawit Netti. Kedua buku itu adalah Kristen dalam Sastra Indonesia (BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1977), dan Natal dan Paskah dalam Kontemplasi Penyair (B You Publishing, Surabaya, 2013). Meskipun selisih waktu penerbitannya 36 tahun, isi kedua buku ini berkaitan dan saling melengkapi, relevan untuk kita bicarakan. Continue reading “Kristen dalam Sastra”

Bahasa ยป