Mohammad Hatta: yang Berumah di tepi Air

Ignas Kleden *
edisikhusustempo, 12 Agu 2002

GENERASI pendiri republik ini, yaitu para bapak bangsa, dikenal sebagai orang yang sangat terdidik dan terpelajar. Mereka bisa disejajarkan dengan kaum terpelajar di negeri lain mana pun pada masa itu, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Tapi pembawaan tiap orang telah membuat mereka masing-masing menghayati keterpelajarannya dengan cara yang khas, yang sedikit berbeda satu dan yang lainnya. Bung Karno, misalnya, boleh dikata salah satu orang yang paling banyak dan luas bacaannya pada masa itu, yang mengikuti perkembangan politik dunia dengan penuh perhatian dan gairah. Continue reading “Mohammad Hatta: yang Berumah di tepi Air”

Mazhab Kutub: Sebuah Catatan Kecil

Ahmad Kekal Hamdani

Pada akhir 2010, setelah sebelumnya terlebih dahulu mendengar tentang terbitnya buku Antologi Puisi “Mazhab Kutub” akhirnya saya mendapatkannya (buku Antologi Puisi Mazhab Kutub; Pustaka Pujangga, 2010) dari seorang kawan baik yang saya kenal. Barangkali memang telah menjadi kelumrahan dalam tradisi saya untuk tidak bisa mengambil jarak sedemikian rupa pada perjumpaan pertama terhadap suatu teks. Tidak jarang saya justru menemukan banyak keterkejutan dan ekstase puitik setelah lama buku itu tersimpan di rak, bahkan sempat lenyap entah ke mana—mungkin dipinjam kawan baik yang lain lagi, dan dengan cara yang tidak saya ketahui akhirnya buku itu kembali nongkrong di rak buku saya. Continue reading “Mazhab Kutub: Sebuah Catatan Kecil”

Mengintip Geliat Sastra Kampung

Sahli Hamid *
nupragaan.or.id

Perdana Menteri Singapura mewajibkan rakyatnya membaca karya sastra. Kuntowojoyo mengatakan kalau masyarakat Indonesia ingin baik, mereka maka harus membaca karya sastra.

Menarik sekali membincang sastra kampung, atau yang biasa disebut sastra pedalaman. Sastra yang sering terabaikan dan lepas dari pandangan, karena dominasi sastra perkotaan yang memiliki fasilitas dan penikmat lebih kaya dan lebih menjanjikan. Tak heran, jika banyak sastrawan angkat kaki dari kampung, hijrah ke kota untuk mengembangkan karier dan mengasah bakat. Continue reading “Mengintip Geliat Sastra Kampung”

Antara Filsafat Dan Sastra: Sebuah Pertanggungan Jawab

Muhammad Hilal
amanahru.blogspot.co.id

Tulisan ini dibuat untuk menegaskan bahwa ketika saya meminta mahasiswa membuat puisi untuk tugas UAS mata kuliah Studi Filsafat, saya tidak sedang main-main. Sungguh mati, saya tidak sedang berkelakar.

Beberapa orang bertanya, yang lainnya bahkan ada yang mencibir: apa hubungan filsafat dengan puisi? Kenapa tugas UAS-nya membuat puisi dan bukan membuat makalah filsafat? Anda sedang main-main ya? Continue reading “Antara Filsafat Dan Sastra: Sebuah Pertanggungan Jawab”

Bahasa »