Goenawan Mohamad
Maka sebuah slogan pun menjadi sajak perkasa
Karena kenyataan yang hidup dicerminkannya.
Feng Chih, dari Shih-nein Shih Ch’ao,
Peking, 1959.
Slogan telah bersaing engan puisi. Persaingan ini barangkali merupakan salah satu ciri kesusastraan abad keduapuluh, sebuah “abad politik”. Continue reading “SERIBU SLOGAN DAN SEBUAH PUISI”
