Dari Nietzsche dan Nihilisme ke Wacana Autosuperamento

(Analisis Semantis Puisi-puisi Kristo Suhardi)
Hans Hayon *
Flores Pos, 22-23 April 2014

Mengenal Kristo Suhardi
Kristo Suhardi (Lahir di Ruteng, 2 Mei 1988) menaruh minat pada dunia sastra semenjak belajar di Seminari Menengah Pius XII Kisol, Manggarai Timur (2001-2007). Setelah menamatkan Sekolah Menengah Atas, ia lalu belajar filsafat di STFK Ledalero (2009-2013). Selain menulis puisi, ia juga gemar menulis cerpen dan membuat beberapa tafsiran singkat filosofis atas beberapa karya sastra. Continue reading “Dari Nietzsche dan Nihilisme ke Wacana Autosuperamento”

Pemeduli Sastrawan dan Sastra Indonesia Warna Daerah NTT

AG Hadzarmawit Netti
kupang.tribunnews.com

Catatan Pengantar
Judul tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mengkultusindividukan seorang yang bernama Yohanes Sehandi, yang bekerja sebagai dosen tetap pada Universitas Flores di Ende; yang mengasuh Mata Kuliah Teori Sastra, Menulis Artikel, Retorika, Keterampilan Menulis, dan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Flores. Continue reading “Pemeduli Sastrawan dan Sastra Indonesia Warna Daerah NTT”

Selamat Datang Kritikus Sastra NTT

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 15 Okt 2012

“NTT butuh kritikus untuk pengembangan seni dan budaya.” Pernyataan ini merupakan benang merah pendapat tiga orang sastrawan/budayawan Indonesia, Putu Wijaya, Radhar Panca Dahana, dan Gerson Poyk pada waktu ketiganya tampil dalam “Seminar Nasional Seni Budaya dan Pembangunan” yang diselenggarakan Komunitas Rumah Poetika di Taman Budaya NTT, Kupang pada 11 April 2012 yang lalu (Victory News, 12 dan 13 April 2012). Continue reading “Selamat Datang Kritikus Sastra NTT”

Bahasa Ruhani

Kuswaidi Syafi’ie
kabarbangsa.com

Bahasa merupakan sarana bagi berlangsungnya transformasi pemahaman dari “orang pertama tunggal” kepada komunikannya atau sebaliknya. Dilukiskan bahwa ketika kerja bahasa berlangsung, di situ sesungguhnya terbentang jarak yang sedang diatasi di antara dua kutub atau lebih. Bahasa tampil sebagai aktualisasi dan perayaan terhadap “kebersamaan di antara aku-engkau” dalam pemahamannya yang luas dan majmuk. Continue reading “Bahasa Ruhani”

Jalan Lengang Korrie

Marhalim Zaini
riaupos.co

“Tualang panjang ini Semakin jauh semakin lengang Langkah pun lelah menapak juang..” MUNGKIN, ia memang lelah. Menulis 357 buku itu, energinya besar sekali. Tak pula satu-dua genre, tapi (mungkin) semua genre ia tulis. Apalagi, rupanya, dunia yang ia tekuni ini, dunia yang memang lengang. Bahkan setelah ia menulis ratusan buku itu, pun setelah ia ternama, setelah semakin jauh ia tapaki tualang panjang itu, malah ia semakin disungkup “lengang”. Continue reading “Jalan Lengang Korrie”

Bahasa »