Panggung Jatilan di Traffic-Light

Marhalim Zaini *
Riau Pos, 27 Maret 2011

SETIAP kali saya berhenti di perempatan traffic-light, di simpang Khentungan jalan Kaliurang, Sleman-Yogyakarta, setiap kali itu pula saya menyaksikan pertunjukan seni tradisional Jawa, Jatilan, beraksi. Seiring bunyi gong dan bendhe (gamelan) yang seperti bergema di telinga para pengendara, para penari pun muncul dengan kostum dan make-up yang khas; Continue reading “Panggung Jatilan di Traffic-Light”

Tebekule, Konsep Kritik Sastra

Mihar Harahap *
analisadaily.com

Pernah orang bertanya, 1). mengapa saya memilih kritik, 2). apa landasan teorinya, 3). metode dan langkah apa yang saya gunakan dalam mengeritik karya sastra. Kebetulan, ada pertanyaan yang riskan untuk dijawab. Mengingat, 1). ada hubungan dengan pembahasan karya, 2). masih meliputi kegiatan apresiasi sastra, 3). klaim ‘orang’ di media tentang kritik saya, maka saya merasa perlu memberikan penjelasan. Continue reading “Tebekule, Konsep Kritik Sastra”

KOMPLEKSITAS ANTILAN TERHADAP SASTRA INDONESIA

Suyadi San *
Waspada, 10 Feb 2008

KRITIKUS sastra, pakar sastra, dan peneliti sastra bertanggung jawab dalam upaya pengembangan sastra. Kita mahfumi bersama, pengembangan sastra menempatkan karya sastra sebagai sasaran atau objek kegiatan yang akan diteliti dan dikaji. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk penyusunan, misalnya, kamus sastra, ensiklopedia sastra, sejarah sastra, ataupun buku panduan pengajaran sastra. Continue reading “KOMPLEKSITAS ANTILAN TERHADAP SASTRA INDONESIA”

Bahasa »