Media Katarsis, Manfaat Pendekatan Resepsi Sastra

Wemmy Alfadhli
http://www.kompasiana.com/wem

Seorang koruptor zaman Orde Baru yang lolos dari pengawasan Indonesian Coruption Watch bersantap malam bersaama keluarga besarnya. Sambil menyantap makanan yang lezat-lezat, sambil seluruh anggota keluarganya melahap sepuas-puasnya semua hidangan yang serba nikmat, sang koruptor berbicara panjang lebar tentang perbuatan korupsi yang dilakukannya; yang bagaimanapun itu demi kesejahteraan dan kemakmuran keluarga. Continue reading “Media Katarsis, Manfaat Pendekatan Resepsi Sastra”

Tentang Perempuan, Kasih Sayang dan Perjuangannya

Tosa Poetra

Budaya patriarki menyebabkan stereotipe terhadap perempuan sehingga perempuan yang menyebabkan marginalisasi perempuan, eksploitasi perempuan maupun tindak kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan sehingga perempuan merasa diperlakukan tidak adil. Para sastrawan dan tokoh publik menggambarkan tentang perempuan baik pemberontakan kaum perempuan maupun penindasan yang dialami perempuan baik melalui karya tulis sastra (novel dan puisi) maupun karya tulis non sastra( esai). Continue reading “Tentang Perempuan, Kasih Sayang dan Perjuangannya”

Bercermin pada Tradisi Lisan (Tentang ”Nyanyian Panjang Bujang Tan Domang”)

Ignas Kleden

Nyanyian Panjang Bujang Tan Domang adalah sebuah prosa liris yang sangat panjang, yang secara tradisional dituturkan secara lisan di antara orang Petalangan, suku asli Riau yang hidup di empat kecamatan di Kabupaten Kampar. Empat kecamatan tersebut adalah Pengkalankuras, Bunut, Langgam, dan Kualakampar. Continue reading “Bercermin pada Tradisi Lisan (Tentang ”Nyanyian Panjang Bujang Tan Domang”)”

Manunggaling Ilmu dan Laku

Bandung Mawardi
Kompas, 3 Januari 2oo9

Seorang bocah pribumi telaten dan fasih membaca buku-buku tentang kesusastraan dan keagamaan dalam bahasa Jawa, Melayu, Belanda, Jerman, dan Latin. Bocah ini sanggup melafalkan dengan apik puisi-puisi Virgilius dalam bahasa Latin. Ketelatenan belajar mengantarkan bocah ini menjadi sosok fenomenal dalam tradisi intelektual di Indonesia dan Eropa. Bocah dari Jawa itu dikenal dengan nama Sosrokartono. Continue reading “Manunggaling Ilmu dan Laku”

Mengungkap Makna Ta’dib al-Attas bagi Pendidikan

Yudhi Fachrudin

Pendidikan menjadi benteng harapan terakhir dalam mengatasi solusi permasalahan-permasalahan bangsa ini. Di sisi lain, begitu kompleknya permasalahan-permasalah yang terjadi pada lingkungan sosial kerap memasuki dunia pendidikan. Ketimpangan sosial, berlakunya budaya kekerasan, sifat-sifat individualis, hedonis matrealis serta perilaku-perilaku penyimpangan lainnya yang terjadi di lingkungan sosial masyarakat turut serta mempengaruhi dunia pendidikan. Continue reading “Mengungkap Makna Ta’dib al-Attas bagi Pendidikan”

Bahasa »