Festival Gamelan dalam Harapan Kembali

Sri Wintala Achmad *

Gamelan merupakan salah satu alat musik tradisional Jawa. Gamelan yang terbagi dari jenis pelok dan slendro terdiri dari berbagai nama, semisal: saron, peking, bonang, gender, gambang, kethuk, kenong, gong, rebab, siter, gambang dll. Di dalam permainan gamelan, kendhang sebagai panutan atas lambat-cepatnya tempo atau keras-lembutnya dinamika irama. Kendang pula berperan sebagai tanda akan berakhirnya sebuah permainan gamelan. Continue reading “Festival Gamelan dalam Harapan Kembali”

Penyair Malang Kelahiran Kupang

Beni Setia

http://www.suarakarya-online.com/

PENYAIR dan pekerja teater Malang, Ragil Supriyanto Samid, lahir serta besar di Kupang. Meskipun (nama) identitas Ragil lebih berkesan Jawa ketimbang NTT, tak heran kalau ia diidentifikasi sebagai Sukriwul karena rambutnya memang tak nJawani dan sangat NTT, kriting, sehingga lebih popular dengan sebutan Ragil Sukriwul, RS Dalam istilah sastra modern yang mengacu pada konsep awal biologik, RS itu produk hibrida, berasal dari varietas NTT dan Jawa tapi besar di NTT. Continue reading “Penyair Malang Kelahiran Kupang”

Sastra dan Sihir Modernitas

Bandung Mawardi *
Lampung Post, 27 Mei 2012

PENGARANG memiliki kepekaan dan model ungkap unik dalam memerkarakan hembusan modernitas di negeri sendiri. Pengungkapan kerap mengaitkan dengan representasi-representasi modernitas dalam berbagai bentuk. Pilihan atas bentuk aksentuasi modernitas ditanggapi melalui kalimat-kalimat impresif. Pelacakan melalui kalimat-kalimat ini mirip peziarahan historis untuk mengenali dan menemukan penolakan dan penerimaan suatu negeri terhadap sihir modernitas. Continue reading “Sastra dan Sihir Modernitas”

In Memoriam: Magma Sastra di Tangan Prof. A. Teeuw

Rama Prabu *
Kompas, 28 Mei 2012

PROF. A. Teeuw, tak banyak laman maya berbahasa Indonesia bercerita tentang hidup dan kehidupannya. Wikipedia pun hanya menulis Profesor Andries A. Teeuw lahir di Gorinchem, Belanda, 12 Agustus 1921 adalah pakar sastra dan budaya Indonesia asal Belanda. Selebihnya hanya menjelaskan Profesor Teeuw Award dimana Profesor Teeuw Foundation diluncurkan pada tahun 1991 sebagai warisan Program Studi Profesor Teeuw di Indonesia. Continue reading “In Memoriam: Magma Sastra di Tangan Prof. A. Teeuw”

SUMBANGAN ACEH BAGI BAHASA MELAYU DAN INDONESIA *

T.A. Sakti **
Serambi Indonesia, 21 Agu 2008

Bahasa Melayu merupakan akar utama dari bahasa Indonesia. Sepanjang sejarah perkembangannya, bahasa diperkaya sehingga ia semakin mantap berperan di seluruh Nusantara, Bahasa Melayu masih dapat dilacak jejaknya mulai abad ke-7 masa kerajaan Sriwijaya berupa prasasti-prasasti yang menggunakan bahasa Melayu kuno, seperti prasasti Kedukan Bukit (tahun 683 M), Talang Tuo (tahun 684), dan lain-lain. Continue reading “SUMBANGAN ACEH BAGI BAHASA MELAYU DAN INDONESIA *”

Bahasa ยป