STA: Dari Pengetahuan ke “Weltanschauung”

Ignas Kleden
Majalah Tempo 9/3/2008/hal48–49

SERATUS tahun Sutan Takdir Alisjahbana (selanjut¬nya: STA) dirayakan secara khusus pada 12 Februari 2008. Serangkaian acara lain telah pula disiapkan untuk melanjutkan peringatan itu sepanjang tahun ini (Koran Tempo, 28 Februari 2008). Kita bertanya, apa gerangan warisan tokoh ini untuk kebudayaan Indonesia saat ini, setelah demikian banyak hal dikerjakannya dalam usia yang amat panjang, dan setelah demikian banyak ditulis orang tentang dirinya, untuk menghormati dan mengagumi atau untuk meremehkan dan bahkan melecehkannya. Continue reading “STA: Dari Pengetahuan ke “Weltanschauung””

Catatan Di Meja Nusa Dua & Café Bandar: MEMPERJUANGKAN PUISI (I – 7)

Dr. JJ Kusni *

1.
Kali ini, aku mengajakmu memperhatikan dan membicarakan puisi-puisi Gendhotwukir yang sekarang sedang belajar di Jerman, dan agaknya mendalami ilmu filsafat. Gendhotwukir adalah nama pena, bukan nama benar. Nama pena bagi seorang penyair apalagi yang sedang mendalami ilmu filsafat [kalau dugaanku benar], tentu mempunyai makna tersendiri yang sampai sekarang belum kuketahui. Kutanyai ke sana ke mari pada teman-teman yang berasal dari etnik Jawa, mereka pun tidak bisa memberikan keterangan yang pasti. Sebagai orang Jawa barangkali kau lebih paham. Continue reading “Catatan Di Meja Nusa Dua & Café Bandar: MEMPERJUANGKAN PUISI (I – 7)”

Karya Bermutu, Cerdas dan Piawai

Taufik Effendi Aria *

Home

Setiap orang pasti punya keinginan untuk menciptakan karya bermutu, cerdas dan piawai. Karena karya yang demikian dapat memperpanjang makna kehidupan seseorang di atas permukaan bumi ini. Namanya akan selalu dikenang, seolah-olah dia tak pernah mati walau jasadnya telah terkubur dan menyatu dengan tanah sekalipun. Sebagaimana adagium: ‘’Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama’’. Continue reading “Karya Bermutu, Cerdas dan Piawai”

Jawablah Tantangan dengan Kerja Kreatif

Fedli Azis *

Home

Geliat seni, salah satunya seni teater di Riau dari tahun ke tahun, tak kunjung stabil. Ada kalanya meningkat dan ada kalanya pula menurun. Namun tak pernah mati. Jantungnya senantiasa berdenyut di ruang gelap mengakap lagi senyap.

Kondisi semacam ini bukan karena para penggiatnya tak berkarya atau melakukan kerja-kerja kreatif. Mereka (pelaku teater) terus berproses, baik secara individu maupun di kelompok / komunitas / sanggarnya masing-masing. Continue reading “Jawablah Tantangan dengan Kerja Kreatif”

Bahasa »