Perempuan Nelangsa dalam Cerpen Happy Salma

Asep Sambodja
nasional.kompas.com

Pada mulanya adalah kecurigaan. Kita dapat saja curiga kenapa Happy Salma menulis karya sastra. Kenapa Happy Salma menulis cerpen dan sudah pula diterbitkan dalam kumpulan cerpen Pulang (Depok: Koekoesan, 2006)?

Kalau kita mengutip Ignas Kleden, setidaknya ada tiga kegelisahan yang menyebabkan seseorang menulis, yakni kegelisahan eksistensial, kegelisahan politik, dan kegelisahan metafisik. Yang menjadi persoalan kemudian adalah kegelisahan macam apa yang melatarbelakangi Happy Salma ketika menulis cerpen? Continue reading “Perempuan Nelangsa dalam Cerpen Happy Salma”

Buku Sampul Tebal, Perlukah?

Sunaryono Basuki Ks
Padang Ekspress, 19 Okt 2008

PARA pecinta buku, saat berburu buku ke toko buku pasti berpikir tentang bagaimana nanti menyimpan buku koleksinya di dalam almari buku. Punya koleksi buku-buku tipis yang tebalnya hanya sekitar seratus-dua ratus halaman dengan ukuran yang tidak baku hanya akan menyulitkan saat mencari kembali buku tersebut. Apalagi bila tidak ada judul di sisi tebal buku. Continue reading “Buku Sampul Tebal, Perlukah?”

Cultuurtaal Aspek Ekstralinguistik

Saifur Rohman *
Seputar Indonesia, 19 Okt 2008

JAUH-JAUH hari sebelum Sutan TakdirAlisyahbana menuliskan peribahasa ”Bahasa adalah jiwa bangsa” (dalam Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia, 1957: 109) dan ungkapan ”Bahasa menunjukkan bangsa” tulisan M Jamin yang menjadi sangat terkenal dalam pidato kongres pemuda I pada 1926, seorang Belanda bernama GF Pijper telah menulis tentang bahasa dalam Het Boek er Duizend Vragen (1924). Continue reading “Cultuurtaal Aspek Ekstralinguistik”

Keindonesiaan dalam Diri Affandi

Warih Wisatsana *
Kompas, 19 Okt 2008

SUDAH pasti, ditimbang dari sudut bobot, buku tentang Affandi kali ini tak tergolong ringan. Bayangkan saja, berat ketiga jilid dari seri bertajuk singkat Affandi ini adalah tak kurang dari 9 kilogram.

Namun, syukurlah, buku ini tak hanya berat secara fisik, isinya pun terbilang fenomenal. Tak hanya memuat ratusan gambar orisinal dari karya Affandi, melainkan juga menghadirkan sejumlah telaah dari pakar seni, Continue reading “Keindonesiaan dalam Diri Affandi”

Teto

Arie MP Tamba
Jurnal Nasional, 19 Okt 2008

DUNIA militer terbilang mendapat banyak sorotan dalam novel-novel Indonesia. Di samping nuansa penuh konflik dan dramatisasi nilai heroisme yang dikuakkannya, boleh jadi dunia militer ini bahkan terkesan memiliki keunikan nilai tertentu, dibandingkan karier-karier sosial lainnya, seperti wartawan, guru, pedagang, dokter, peneliti, mahasiswa, aktivis politik, dll. Continue reading “Teto”

Bahasa »