Ubud Writers & Readers Festival, Nobel dan Selembar Kisah Usang

Aziz Abdul Ngashim

Biasanya saya ingat setiap oktober selalu ada sebuah festival sastra terbesar di asia tenggara, sayangnya festival sebesar ini justru tenggelam dalam hiruk pikuk maling ATM dan banjir Jakarta. tapi biarkanlah kita yang tetap mengapresiasi festival tersebut. dibalik ingatan saya tentang Ubud Writers &Readers Festival ternyata saya tidak tahu kalau sebelum itu ada lomba menulis “fiksi mini”, tahunya setelah beberapa kawan berbagi link tulisan. sudahlah yang penting saya sudah berpartisipasi sebagai voter untuk kawan-kawan. Continue reading “Ubud Writers & Readers Festival, Nobel dan Selembar Kisah Usang”

Orientasi Filsafat dalam Sastra

Frans Ekodhanto
http://koran-jakarta.com/

Seandainya aku mampu bunuh diri dengan cara yang tak serupa dengan yang pernah terjadi, pasti sudah kulakukan bunuh diri itu.

Demikianlah beberapa penggal kalimat yang terdapat dalam kumpulan cerpen Chavchay Syaifullah berjudul Keringatku Terkuras di Ranjang Muhammad. Cerpen itu berusaha mengangkat persoalan sosial keberagamaan, juga kritik terhadap cara beragama yang kerap meminggirkan peran perempuan dan keluarga. Continue reading “Orientasi Filsafat dalam Sastra”

Sertifikasi Seniman : Sebuah Surat Terbuka

Beni Setia *
lampungpost.com

SASTRINA yang baik, kamu bertanya dan sekali lagi bertanya: Apa makna dari sertifikasi seniman dari Negara bagi aku. Jawabannya sederhana sekali, aku tidak tahu dan tidak ingin ambil pusing. Kenapa? Karena, pertama, dalam hal sertifikasi itu ada subjek yang punya otoritas melakukan sertifikasi, serta ada si objek yang subordinan dan baru eksis setelah disertifikasi. Continue reading “Sertifikasi Seniman : Sebuah Surat Terbuka”

Bahasa »