Sastra dan Problem Bahasa

Agus Wibowo
Seputar Indonesia, 19/08/2007

WILLIAM Henry Hudson dalam bukunya, Introduction to the Study of Literature (1960),menyatakan bahwa idealnya sastra senantiasa menyumbangkan nilai positif bagi kemanusiaan.

Hal ini lantaran anasir-anasir yang dicipta,bertalian erat dengan penikmatan ragawi dan rohani manusia. Menurut Henry, sastra lewat cara dan bentuknya menjelma memberi kenikmatan batiniah, melalui olah rasa, cipta, dan karya indah dalam sanubari setiap insan. Continue reading “Sastra dan Problem Bahasa”

Cerpen(is) Pilihan KOMPAS, Siapa Takut!

Saut Situmorang

Relasi intertekstual antara sastra dan media massa cetak koran sebenarnya merupakan sebuah isu kritik sastra yang menarik. Adakah terdapat hubungan dialektis saling pengaruh-mempengaruhi antara dua produk budaya ini yang menghasilkan sebuah sintesa yang menguntungkan keduanya, ataukah relasi intertekstual itu hanya merupakan sebuah hubungan monolateral belaka di mana salah satu produk budaya mendominasi secara hegemonik arah lalulintas pengaruh-mempengaruhi tadi? Continue reading “Cerpen(is) Pilihan KOMPAS, Siapa Takut!”

Sendalu, Sebuah Tragedi Pemerkosaan

Rizqi Nurmizan
http://www.kompasiana.com/rizqi_mizan

Melengkapi maraknya tulisan ber-keyword pemerkosaan, rok mini, dan angkot di jagat Kompasiana, saya terusik untuk mengangkat Sendalu, sebuah novel dengan pemerkosaan sebagai ide ceritanya. Novel karangan Chavchay Syaifullah ini berkisah tentang Lumang, seorang pemuda psikopat yang mengalami semacam ‘kegalauan seksual’ sepanjang hidupnya. Lewat Sendalu, Chavchay ingin menyibak kerusakan mental yang dialami para pemerkosa dan dan derita psikologis para korban perkosaan. Continue reading “Sendalu, Sebuah Tragedi Pemerkosaan”

Bahasa »