Menusantarakan Islam

K. Muhamad Hakiki *
http://www.lampungpost.com/

Jika menilik sejarah Islam di bumi Nusantara ini semenjak sebelum era kolonial, sebenarnya cikal bakal Islam yang berkarakter negeri ini memang sudah mulai terbentuk, antara lain ditunjukkan oleh upaya-upaya untuk mendamaikan antara hukum adat dan hukum Islam.

Perjalanan Islam ke Nusantara tidaklah linier. Ia mengalami pergumulan yang luar biasa dengan realitas budaya setempat, agama lokal, dan agama impor, bahkan dengan politik. Continue reading “Menusantarakan Islam”

Penjara sebagai Pertolongan Terendah

Emha Ainun Nadjib
Kompas, 20 Des 2008

Lia Aminudin akan masuk bui lagi. Saya bersangka baik ia tidak berniat jahat dengan “Jibril, Ruhul Kudus, Kerajaan Sorga, Imam Mahdi”-nya. Mungkin ia orang yang khilaf, tetapi tidak memiliki alat di dalam dirinya untuk memahami kekhilafannya.

Namun, software untuk memahami kekhilafannya itu juga mungkin tidak terdapat di luar dirinya: pada sistem nilai masyarakat dan hukum negaranya. Continue reading “Penjara sebagai Pertolongan Terendah”

Puing

Hasif Amini
Kompas, 1 Nov 2002

BERKALI-kali neraka jahanam coba dibikin di muka Bumi. Dalam pelbagai wujud dan ukuran. Dengan beragam instrumen dan alasan. Di Siberia, Auschwitz, Hiroshima, Indocina, Indonesia, eks-Yugoslavia, Rwanda, dan seterusnya. Kekejian dan keberingasan seakan memilih tempat sembunyi paling gelap dalam jiwa manusia atau bangunan kekuasaan yang dihuninya, dan menyeradak keluar di saat yang tak terduga, dengan cara yang sering tak masuk akal. Continue reading “Puing”

Jilbab dan Feminisme

Iwan Nurdaya-Djafar *
http://www.lampungpost.com/

KARYA Qassim Amin (1865-1908) bertajuk Tahrir al-Mar’ah (Pembebasan Kaum Perempuan) merupakan kitab pertama dalam sejarah feminisme Islam yang terbit pada 1899 di Mesir.

Sejatinya, karangan Bapak Feminisme Mesir itu tak bisa dikatakan sebagai temuan baru karena sebelumnya telah didahului Rifaah Rafi at-Tahtawi dan Muhammad Abduh. Yakni, dalam hal memberi kaum perempuan pendidikan di sekolah dasar dan memperbarui hukum tentang poligini dan perceraian. Continue reading “Jilbab dan Feminisme”

Bahasa »