Realitas Sosial-Politik dalam Tunggu Aku di Sungai Duku

Cikie Wahab
Riau Pos, 8 April 2012

Namun aku merasakan sesuatu yang lain ketika memasuki tempat ini. Aku tak peduli apakah ini penjara bagi pesakitan, perampok, pemerkosa, koruptor, bromocorah kambuhan atau residivis kelas kampung. Kalau engkau ingin tahu, Maria, aku merasa inilah tempat yang baik bagi pikiranku, setidaknya aku merasa hidup yang lebih bebas dan pikiranku bisa berjalan dengan seluas-luasnya. (Penjara: hal. 3) Continue reading “Realitas Sosial-Politik dalam Tunggu Aku di Sungai Duku”

Novus Ordo Seclorum: Sebuah Fiksi Ilmiah Konspiratif

Sugiarti
Riau Pos, 8 April 2012

“Di Hongkong, uji coba chip Mondex dilakukan pada 120.000 pekerja pada tahun 2007. Di bandara internasional Belgia terdapat fasilitas lounge yang dikhususkan bagi para eksekutif yang memiliki chip ini di tangan kanannya, sementara di Spanyol sebuah klub malam Baha Beach Club tidak lagi menerima uang cash dan mewajibkan seluruh anggota klub menyuntikkan chip Mondex di lengan kanan mereka agar mekanisme pembayaran dapat dilakukan dengan mudah.” Continue reading “Novus Ordo Seclorum: Sebuah Fiksi Ilmiah Konspiratif”

Lan Fang “Kartini” Surabaya di Dunia Sastra

Syamsiar Hidayah
suarakarya-online.com

Meski telah meninggal dunia beberapa bulan lalu, nama Lan Fang, masih serng disebut-sebut. Bahkan karya sastranya terus bermunculan di media massa. Utyu membuktikan banyak pecinta Lan Fang di negeri ini. Bahkan dr Ananto Sidohutomo, dokter yang pernah merawat wanita Surabaya yang setia menggeluti dunia sastra itu, kini makin menyukai karya sastra Lan Fang. Continue reading “Lan Fang “Kartini” Surabaya di Dunia Sastra”

Tuhan dari Garis Start hingga Finis

Jannus T.H. Siahaan
http://www.lampungpost.com/

SETELAH K.H. Abdurrahman Wahid menjadi presiden, agama yang hak-hak sipil penganutnya diakui negara, bertambah dengan bergabungnya Konghucu.

Ia melengkapi agama yang sudah lebih awal diakui, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Tetapi sebenarnya masih terdapat begitu banyak agama “lokal”, yang jumlah penganutnya berkisar di angka ratusan. Sebut misalnya Tolotang, Kaharingan, Waktu Telu, dan lainnya. Continue reading “Tuhan dari Garis Start hingga Finis”

Mengenang Penyair Afrizal

Ribut Wijoto

Sulit dipungkiri, perayaan eksplorasi bahasa puitik pada dekade 1990-an terimbas dari puisi-puisi Afrizal Malna. Selagi para penyair sibuk dengan puisi religius, puisi terlibat (baca: sastra kontekstual), puisi imaji-simbolis, atau puisi kontemplatif; Afrizal mencuat dengan puisi hiperealis. Sebuah puisi yang simpang siur dengan ikon-ikon teknologi, budaya massa, pop, juga kebiasaan masyarakat menghabiskan waktu di super market. Continue reading “Mengenang Penyair Afrizal”

Bahasa ยป