Acep Zamzam Noor, Penyair Santri yang Romantis

Ook Nugroho *
http://ooknugroho.blogspot.com/

ACEP ZAMZAM NOOR adalah satu dari sedikit penyair kelahiran dasawarsa 60-an yang masih bertahan. Ia mulai dikenal dan diperhitungkan pada dekade 80-an, dan sebagai penyair kehadiran awalnya ditandai dengan puisi-puisi relijius yang banyak memanfaatkan simbol-simbol alam sebagai perabot ucapnya. Ia tergolong penulis subur, sejumlah buku puisi lahir dari tangannya, dan sejumlah penghargaan sastra bergengsi juga pernah disambarnya. Continue reading “Acep Zamzam Noor, Penyair Santri yang Romantis”

Pramoedya Ananta Toer: Luruh dalam Ideologi

Katrin Bandel *
http://boemipoetra.wordpress.com/

Pramoedya Ananta Toer mungkin merupakan sastrawan Indonesia yang paling banyak dibahas dan dikaji di luar Indonesia. Bahkan, selama karyanya dilarang beredar di Indonesia, hanya peneliti di luar negeri – baik orang asing maupun orang Indonesia yang bermukim di negara lain – yang bebas membahas karya Pramoedya. Continue reading “Pramoedya Ananta Toer: Luruh dalam Ideologi”

Kabar Kenyataan Antroposentrisme Berbelah

Ribut Wijoto

Lokomotif modernitas bermula dari gagasan Rene Descartes tentang “pikir”, tentang “kesadaran”. Lewat ungkapan masyur cogito ergo sum (terjemahan populernya, “aku berpikir, maka aku ada”). Rene Descartes meyakini diri “ada” melalui “pikiran” yang meragukan segala hal. Lalu muncul wacana antroposentrisme, manusia sebagai pusat alam semesta. Continue reading “Kabar Kenyataan Antroposentrisme Berbelah”

Bahasa »