Sekolah Membentuk Manusia Berbudaya

A. Rifqi Hidayat *
lampungpost.com

PROSES kehidupan manusia selalu bergerak dialektis. Alam adalah ruang bagi manusia untuk belajar, memahami segala perubahannya. Alam pun menjelma guru bagi manusia. Manusia lantas menjadi penafsir atas kejadian alam dan memunculkan suatu respons yang menjadi benih lahirnya kebudayaan. Kebudayaan berikutnya menjadi narasi bagi manusia untuk menciptakan peradaban. Continue reading “Sekolah Membentuk Manusia Berbudaya”

Ironi Negeri Kaya Minyak

Susidarto
http://www.suarakarya-online.com/

Indonesia “ditakdirkan” menjadi sebuah negara yang unik. Di tengah kekayaan hasil tambangnya berupa minyak dan gas bumi, ternyata terus mengalami gejolak yang berkaitan dengan pasokan dan harga bahan bakar minyak (BBM). Seperti dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kenaikan harga BBM akan dilakukan apabila kondisi ekonomi nasional cukup berat. Continue reading “Ironi Negeri Kaya Minyak”

Sastra Islam Kontemporer

Wildana Wargadinata
http://humaniora.uin-malang.ac.id/

Pada masa sekarang, arti sastra sudah dapat ditempatkan pada posisi yang proporsional. Di kalangan umat Islam sendiri sastra sudah dapat diterima kembali dan menjadi konsumsi sehari-hari untuk kehidupan dan keperluan dakwah. Keterlibatan ulama dalam dunia sastra bukan fenomena baru. Jauh sebelum Indonesia merdeka gejala semacam itu sudah ada bahkan sejak zaman Wali Songo. Continue reading “Sastra Islam Kontemporer”

Rahasia dan Godaan Puisi

Ribut Wijoto

Ajaib! Puisi, tulisan dengan minimalitas kata, sanggup meraih kompleksitas hidup. Kecermatan paparan kisah dan kerasnya bangunan konflik antar tokoh dalam beratus lembar halaman novel, disejajari oleh puisi yang hanya terdiri satu atau beberapa lembar halaman.

Puisi pun, tidak seumur penciptanya, mampu menerobos sekat-sekat zaman. Misalnya puisi “Bukan Beta Bijak Berperi” dari Rustam Effendi. Sejak perang kemerdekaan hingga kini masih terasa kebagusannya. Continue reading “Rahasia dan Godaan Puisi”

Merapi dan Kearifan Pemimpin Lokal

Aguk Irawan MN *
thewindowofyogyakarta.com

Menjadi pemimpin (manusia) sangat tergantung pada perilaku yang melekat pada dirinya. Sementara perilaku sering dibangun dalam proses pergumulan panjang dalam menjalankan tugasnya sebagai sebuah cinta yang dilandasi prinsif kesetiaan. Tugas itu seberapapun pahit dan manis akan terus dihayati, digeluti, dan diarifi dengan pengabdian diri secara total. Cinta dan kesetiaan adalah dua unsur nilai yang dianggap paling luhur dalam ilmu filsafat etika, sehingga dengan dua sifat itulah manusia menjadi tegar, hati teguh dan berkemauan kuat serta mempunyai semangat pengabdian yang tak kenal batas. Continue reading “Merapi dan Kearifan Pemimpin Lokal”

Bahasa »