MENYINGKAP PETA SASTRA DI BANGKA BELITUNG: DARI HAMIDAH KE HIDAYATULLAH

Sunlie Thomas Alexander
www.mantagisme.co.cc 26 Agu 2008

Gedung wanita Hamidah yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Pangkalpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung pada saat-saat tertentu memang tampak sedikit bergengsi dengan diselenggarakannya acara wisuda mahasiswa, seminar-seminar, diklat, pentas musik, peragaan busana, pemilihan model remaja, sampai resepsi pernikahan anak pejabat di sana. Continue reading “MENYINGKAP PETA SASTRA DI BANGKA BELITUNG: DARI HAMIDAH KE HIDAYATULLAH”

Potensi Sastra Daerah Penyangga Ibukota

Ahmadun Yosi Herfanda *
Republika, 26 Maret 2006

Sebagai wilayah penyangga ibukota (Jakarta), Tangerang banyak menjadi hunian pilihan para urban, termasuk sastrawan. Dari catatan Yayasan Kesenian Tangerang (YKT), misalnya, sedikitnya ada 49 sastrawan yang tinggal di wilayah Kabupaten Tangerang. Di luar daftar itu, masih ada nama-nama lain yang pernah mempublikasikan karya di media massa, sehingga jumlah seluruhnya bisa mencapai 70 orang lebih. Continue reading “Potensi Sastra Daerah Penyangga Ibukota”

Mandelstam

Hasif Amini
Kompas, 02 Juli 2006

PENYAIR mati meninggalkan puisi. Tetapi akhir hayat Osip Mandelstam adalah juga semacam puisi, yang niscaya tak pernah diduga atau diangankan oleh si penyair sendiri: muram, berat, berlarat-larat. Ia mengawali kepenyairannya dengan sajak-sajak pendek yang merdu dan berwarna-warni, rangkaian imaji dari seorang pemuda yang terpesona oleh kisah-kisah dan perjalanan jauh: Romawi, Byzantium, Mesir, Yunani…. Continue reading “Mandelstam”

Estetika Skizofrenia Puisi Indonesia

Ribut Wijoto
http://terpelanting.wordpress.com/

Puisi Indonesia tidak pernah selesai mencari bentuk-bentuk operasional bahasa yang baru. Setelah sukses dengan kemendayuan Pujangga Baru, ketajaman dan efektifitas Chairil Anwar—diteruskan oleh Subagio Sastrowardoyo, Sapardi Djoko Damono, dan Goenawan Muhammad—kini muncul fenomena baru yang belum pernah ditemukan dalam bahasa puisi sebelumnya. Continue reading “Estetika Skizofrenia Puisi Indonesia”

MAKNA KATA CINTA SEBAGAI IDEOLOGI KRITIK SOSIAL

: SEBUAH KRITIK SASTRA MARXIS TERHADAP PUISI ACEP ZAMZAM NOOR “KAU PUN TAHU”
Dian Nurahman *
http://www.sunangunungdjati.com/

Puisi sebagai salah satu jenis karya sastra selalu berhubungan dengan dua hal, yaitu nilai seni dan nilai kehidupan. Hal ini diperkuat oleh Matthew Arnold, salah seorang penyair besar Inggris zaman Victoria, yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang jelas antara “the literature we read and the life we lead” (dalam Reaske, 1986: 10). Continue reading “MAKNA KATA CINTA SEBAGAI IDEOLOGI KRITIK SOSIAL”

Bahasa »