Akhmad Sekhu *
Dalam buku Tempat-tempat Imajiner: Perlawatan ke Dunia Sastra Amerika terbitan Yayasan Obor Indonesia terjemahan Sori Siregar, Erwin Yusbar Salim, Ayu Utami, terdapat sebuah cerita, dimana Michael Pearson, penulis buku tersebut, tidak sengaja mendengar obrolan anaknya dengan sekelompok temannya. Mereka membicarakan pekerjaan ayah masing-masing. Ia ingat betul anaknya berkata, “Pekerjaan ayahku membaca buku.” Ia menyesal karena ia tidak mampu mengatakan sesuatu yang lebih menarik atau lebih mempunyai alasan kuat daripada mengatakan itu. Continue reading “Buku dan Semangat Mencerdaskan Bangsa”
