Esensi Puisi Pagar Kenyataan

Khrisna Pabichara
Jurnal Bogor,06/09/2009, Harian Fajar 27/09/2009

KAMI tahu kami makhluk yang kekal. Kami hanya lupa di mana menaruh kunci pagar. Demikian pernyataan TS Pinang—sebagai manusia dengan segala kemanusiaannya—dalam sajak Kekal (h. 51).

Jika Chairil Anwar menyebut dirinya sebagai “binatang jalang” yang ingin hidup seribu tahun lagi, maka TS Pinang menisbahkan diri sebagai makhluk kekal. Hanya saja, kekekalan itu terhambat oleh dua hal, kunci dan pagar. Continue reading “Esensi Puisi Pagar Kenyataan”

Rilke

Hasif Amini
Kompas, 26 Maret 2006

Ia barangkali bisa disebut penyair modern paling serius. ”Serius” di sini tak sekadar mengacu pada ketinggian mutu karya, tetapi juga merujuk pada kesungguhan diri dan karyanya dalam menghadapi dunia. Nyaris tak ada ironi atau sikap bermain-main dalam sajaknya. Yang tergelar dari kata-katanya adalah sebuah alam batin yang terus mencari kesejatian di tengah dunia benda yang tampak menyimpan misteri dan kedahsyatan. Potret-potret dirinya, yang hampir tak pernah memperlihatkan wajah tersenyum atau tertawa, adalah sebuah pesan lain tentang sikap tak main-main itu. Continue reading “Rilke”

Syair-Syair Pembebasan

Hasnan Bachtiar *

GONJANG-GAJING kenaikan BBM menggelisahkan seluruh rakyat kecil. Kelas terpinggirkan khawatir, kemanusiaannya semakin menjerit di tengah gelombang derita kemelaratan. Dalam ketidakberdayaan, sesungguhnya selemah-lemah suara hati, ingin didengar oleh orang lain. Di titik inilah, kadang kemanusiaan tertuang dalam artikulasi estetis. Anak rohani terlahir sebagai sajak perlawanan. Continue reading “Syair-Syair Pembebasan”

Paradigma Kearifan Lokal

M. Fauzi Sukri *
solopos.com

Memang ada perbedaan antara aktualisasi dan, katakanlah, “saintifikasi” dalam diskursus kearifan lokal yang mengemuka beberapa tahun ini. Yang pertama berangkat dari asumsi bahwa sesuatu yang sudah ada akan dikemukakan (kembali) pada publik, katakanlah, sekadar biar tahu atau lebih dipahami. Sedangkan yang kedua, berangkat dari keingintahuan akademis yang mendalam untuk dibuat generalisasi yang bersifat teoritis dan filosofis terhadap yang sudah ada. Continue reading “Paradigma Kearifan Lokal”

Semangat “Berlayar” Orang-orang Tegal

Akhmad Sekhu *

Jangan ngaku sebagai wong Tegal kalau tidak punya KTP bergambar kapal, demikian seorang teman dengan penuh kebanggaan mengatakan hakekat jati dirinya sebagai orang Tegal.

Tegal yang berslogan sebagai Kota Bahari memang wilayahnya persis berada di daerah pesisiran pantai utara, atau disingkat pantura. Mayoritas masyarakat Tegal, salah satunya adalah sebagai nelayan, Continue reading “Semangat “Berlayar” Orang-orang Tegal”

Bahasa »