Menyimak Sengkarut Meja Makan

Dwi Rejeki
http://www.suarakarya-online.com/

Saut Poltak Tambunan (SPT), seorang penulis senior yang tetap eksis hampir empat dekade (sejak tahun 1970-an). Pengarang ini dikenal dengan karya-karya dramatik dan sangat kontekstual.

Ia merekam situasi di sekitarnya dengan baik lalu mengemasnya menjadi cerita yang sangat dekat dengan pembacanya. Benny Arnas yang menulis prolog dalam buku ini sampai-sampai memberi judul prolog Belajar Membumikan Cerita dari Saut Poltak Tambunan. Continue reading “Menyimak Sengkarut Meja Makan”

Kepergian Nyatanya adalah Kepulangan

Udo Z. Karzi *
lampungpost.com

KEPERGIAN sesungguhnya sesuatu hal yang sama dengan kepulangan. Tinggal bagaimana perspektif yang diambil. Pada titik ekstrem, orang yang tak memiliki ikatan tempat tidak pernah merasa pulang atau pergi.

PALING tidak pikiran ini menyelinap setelah membaca Kereta Pagi Menuju Den Haag, kumpulan cerpen Rilda A. Oe. Taneko (diterbitkan Pensil 324, Jakarta, September 2010). Continue reading “Kepergian Nyatanya adalah Kepulangan”

Perayaan Kemurungan

Beni Setia *
lampungpost.com

Mitos yang mengeliling Li Tai-Po, seorang penyair liris China klasik, berkaitan dengan arak, bersampan setengah berhanyut di arus sungai, dan menulis puisi dengan kepekaan batin merespons berdasarkan apa yang tampil di kesadarannya—baik akibat rangsangan objektif kesekitaran atau melulu hanya cetusan imajinasi instinktif dalam batin. Continue reading “Perayaan Kemurungan”

Renaisans Asia Lahirkan Patriotisme Bangsa-bangsa

Ninok Leksono
Kompas, 12 Mei 2008

DALAM seri pertama tulisan mengenai ”100 Tahun Kebangkitan Nasional” pekan lalu disinggung, Kebangkitan Nasional tak bisa dilepaskan dari munculnya elite berpendidikan di Bumi Nusantara. Ulasan mendalam mengenai hal ini dapat dijumpai, antara lain, dalam The Emergence of the Modern Indonesian Elite oleh Robert van Niel (1960, terjemahan Pustaka Jaya, 1984). Continue reading “Renaisans Asia Lahirkan Patriotisme Bangsa-bangsa”

Bahasa »