Nilai Edukatif Karya Sastra

Asep Juanda
Pikiran Rakyat, 23 Jan 2010

KARYA sastra merupakan cetusan, tulisan, atau karangan dari pengalaman hidup seseorang, baik pengalaman langsung penulisnya atau hasil pengamatan dari lingkungannya dalam suatu situasi atau kondisi tertentu. Pada dasarnya, tidak ada karya sastra yang lahir begitu saja dalam suatu situasi. Kecuali di dalamnya ada percikan-percikan dari situasi yang telah lewat, yang tengah berjalan, ataupun harapan terhadap suatu kebudayaan yang akan datang. Serta di dalam kebudayaan tersebut terkandung nilai-nilai edukatif yang positif. Continue reading “Nilai Edukatif Karya Sastra”

Merayakan Lirisisme, Merayakan Ke-Mangkutak-an

Deddy Arsya
Riau Pos, 2 Januari 2011

SAYA akan mencoba memasuki buku kumpulan sajak Rusli Marzuki Saria (RMS), Mangkutak di Negeri Prosaliris, melalui lubang dalam diri Mangkutak Alam, tokoh dalam kaba, anak bujang Raja Babandiang. Usaha saya ini tentu hanya melihat dari satu sudut yang sempit saja, dan tak akan bisa merangkul semua sajak yang segerobak itu. Continue reading “Merayakan Lirisisme, Merayakan Ke-Mangkutak-an”

Kritikus Seni Sudah Mati

Arif Bagus Prasetyo *
Kompas, 9 Jan 2011

TEMU Sastrawan Indonesia III di Kota Tanjung Pinang pada 28-31 Oktober menyoroti mendung krisis kritik sastra yang sejak lama dirasakan merundung ranah kesusastraan kita. Sastra Indonesia mutakhir dianggap tumbuh nyaris tanpa kritik. Diperlukan upaya serius dalam meningkatkan jumlah ataupun mutu kritik sastra untuk mengimbangi pertumbuhan karya sastra yang kian menyubur akhir-akhir ini. Continue reading “Kritikus Seni Sudah Mati”

Bahasa »