Asarpin
Merosotnya kesadaran kita tentang alam dan lingkungan tidak hanya tercermin pada perubahan yang terjadi di lingkungan sekolah, tapi juga di lingkungan rumah kita. Jika dulu kita memagari sumur di halaman atau di samping rumah kita cukup dengan tanaman yang rindang, kini semua telah berubah menjadi pagar beton. Jika atap sumur cukup dengan ilalang atau daun-daun, kini mesti pakai seng, asbes atau genteng. Belum lagi perubahan mental para pekerja yang menebang pohon di sepanjang jalan untuk memanasi aspal yang diperlukan untuk memperbaiki jalan yang sedang dibangun. Continue reading “Sekolah, Rumah”
