Bandung Mawardi
Suara Karya, 21 Mei 2011
GABRIEL Garcia Marquez dalam pidato penerimaan Nobel Sastra 1982 mengabarkan bahwa Amerika Latin adalah dunia kekerasan, konflik ideologi, kemiskinan, perang saudara, politik diktaktor, dan rezim militeristik.
Dunia semrawut ini membuat Marques melawan dengan kata-kata. Sastra adalah pilihan untuk menguak labirin aib. Sastra menjalankan peran sebagai mikrofon pencerahan, penyadaran, dan pembebasan dengan pertaruhan bahasa, imajinasi, dan ideologis. Publik dunia pun menerima pukau dari kerja sastra Marquez. Continue reading “Llosa Menggairahkan Sastra”

